Faktagarut.id | GARUT — RSUD dr. Slamet Garut terus melakukan pembenahan pelayanan kesehatan, salah satunya melalui rehabilitasi Ruang Ruby yang disiapkan untuk menambah kapasitas pelayanan rawat inap sekaligus membantu mengurai kepadatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Ruang Ruby yang berada di lantai bawah dan lantai atas tersebut dalam waktu dekat akan mulai digunakan untuk menerima pasien rawat inap. Kapasitasnya diperkirakan mencapai sekitar 40 tempat tidur.
Pengoperasian Ruang Ruby diharapkan dapat memberikan ruang perawatan yang lebih memadai bagi pasien yang membutuhkan rawat inap, khususnya ketika kapasitas ruang perawatan sedang penuh sehingga pasien harus menunggu di IGD setelah mendapatkan keputusan untuk menjalani rawat inap.
Humas dan Pemasaran RSUD dr. Slamet Garut, Erly Sunarli, menyampaikan bahwa pengoperasian Ruang Ruby merupakan bagian dari langkah manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kapasitas pelayanan rawat inap.
“Dalam waktu dekat Ruang Ruby akan segera mulai digunakan untuk menerima pasien rawat inap. Ini tentunya diharapkan dapat membantu mengurai membludaknya pasien di IGD yang harus menjalani rawat inap,” ujar Erly kepada Faktagarut.id, Minggu (27/9/2026).

Menurut Erly, rehabilitasi Ruang Ruby tidak hanya diarahkan pada penambahan tempat tidur. Sejumlah aspek pendukung pelayanan turut menjadi perhatian, mulai dari fasilitas keselamatan, sanitasi hingga kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
Dengan demikian, ruang tersebut diharapkan tidak sekadar menambah kapasitas rawat inap, tetapi juga menghadirkan lingkungan perawatan yang lebih layak dan nyaman bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.
Persiapan pengoperasian Ruang Ruby juga mencakup penyesuaian tenaga medis dan perawat. Penambahan kapasitas tempat tidur akan diikuti dengan penyesuaian sumber daya manusia agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan secara optimal.
“Harapannya masyarakat merasa lebih nyaman dalam segala sesuatunya, baik dari sisi pelayanan maupun tempat rawat,” kata Erly.
Lebih jauh lagi disampaikan. Selain menyiapkan Ruang Ruby, RSUD dr. Slamet Garut juga melakukan penataan alur pelayanan pasien melalui penyediaan ruang transit dan ruang transisi.
Erly menjelaskan, ruang transit disiapkan sebagai bagian dari upaya memberikan tempat yang lebih memadai bagi pasien selama proses pelayanan. Rumah sakit juga sebelumnya telah menyediakan fasilitas mesin pijat yang dapat dimanfaatkan pasien.
“Sekarang RSUD dr. Slamet juga menyediakan ruang transit untuk pasien. Kami juga sebelumnya menyiapkan mesin pijat yang dapat digunakan oleh pasien,” jelasnya.
Sementara itu, ruang transisi di lantai dua IGD disiapkan untuk membantu proses pemilahan pasien sebelum diarahkan menuju ruang perawatan sesuai kebutuhan pelayanan.
Penataan tersebut diharapkan dapat membuat alur pasien lebih terorganisasi, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan rawat inap.
Menurut Erly, berbagai pembenahan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSUD dr. Slamet Garut untuk terus bergerak meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Dengan keyakinan saya, RSUD ke depan akan lebih baik lagi. Kami terus bergerak untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Garut,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang masih membutuhkan informasi mengenai pelayanan rawat inap maupun rawat jalan agar menghubungi pusat pelayanan informasi atau Humas RSUD dr. Slamet Garut.
“Apabila ada yang kurang paham terkait pelayanan rawat inap dan rawat jalan, bisa menghubungi kami di pusat pelayanan informasi atau Humas RSUD dr. Slamet Garut,” pungkas Erly.
Bagi RSUD dr. Slamet Garut, penambahan kapasitas ruang perawatan dan penataan alur pasien menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang. Tantangannya kini bukan hanya memastikan fasilitas dapat digunakan, tetapi juga menjaga agar tambahan kapasitas tersebut benar-benar berdampak pada kelancaran pelayanan, khususnya alur pasien dari IGD menuju ruang rawat inap.
Dengan beroperasinya Ruang Ruby serta penataan ruang transit dan transisi, pelayanan diharapkan semakin tertata dan pasien memperoleh pengalaman perawatan yang lebih nyaman, sementara kepadatan di IGD dapat dikurangi secara bertahap.
Penulis : Indra R|Fakta
Editor : Redaksi FG

















































