Faktagarut.id | GARUT — Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih ada perjuangan sunyi yang nyaris tak terdengar. Salah satunya dialami Adi Rahmat, warga Kampung Pinggirjati, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.
Rahmat harus menjalani hari-harinya dengan kondisi menderita stroke, sementara kedua orang tuanya telah lama meninggal dunia.
Dalam keterbatasan kondisi fisiknya, ia sangat bergantung pada keluarga untuk menjalani aktivitas dan mendapatkan perawatan.
Sebelumnya, Rahmat dirawat oleh salah seorang kakaknya. Namun, takdir kembali mengambil sosok yang selama ini menjadi tempatnya bergantung. Kakak yang merawat Rahmat tersebut meninggal dunia.
Kepergian sang kakak membuat kondisi Rahmat semakin berat. Ia kemudian dibawa dan dirawat oleh kakaknya yang paling besar di Kampung Pinggirjati.
Kini, kehidupan Rahmat dan kakaknya berlangsung dalam kondisi yang sangat sederhana. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun tidak selalu mudah.
Sang kakak yang kini menjadi pengasuh Rahmat juga tidak memiliki pekerjaan maupun penghasilan tetap. Namun, di tengah segala keterbatasan itu, ia tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya untuk merawat sang adik.
Hari-hari Rahmat pun menjadi gambaran tentang perjuangan sebuah keluarga yang bertahan dengan apa yang mereka miliki.
Di satu sisi, Rahmat membutuhkan perhatian dan perawatan akibat kondisi stroke yang dialaminya. Di sisi lain, sang kakak harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sekaligus merawat adiknya.
Bukan karena tidak ingin berobat atau merawat dengan layak, tetapi kemampuan ekonomi keluarga menjadi salah satu persoalan yang mereka hadapi.
Melalui pemberitaan ini, Faktagarut.id mengetuk kepedulian masyarakat, pemerintah, komunitas sosial, lembaga kemanusiaan, para dermawan, serta siapa pun yang tergerak untuk membantu.
Makanan untuk kebutuhan sehari-hari, biaya pengobatan, kebutuhan perawatan maupun bantuan kebutuhan pokok lainnya dapat menjadi sangat berarti bagi Rahmat dan kakaknya.
Kepedulian dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi sedikit cahaya di tengah beratnya kehidupan yang sedang mereka jalani.
Rahmat tidak membutuhkan rasa iba semata. Ia membutuhkan uluran tangan nyata agar tetap mendapatkan perawatan dan dapat menjalani kehidupannya dengan lebih layak.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, penyaluran dapat dilakukan melalui keluarga Rahmat atau melalui pihak yang dapat dipercaya dan melakukan pendampingan langsung kepada keluarga tersebut.
Semoga perhatian dari masyarakat, pemerintah dan para dermawan dapat membuka jalan bagi Rahmat untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Adi Rahmat, memberikan kekuatan kepada kakaknya yang selama ini merawatnya, serta membalas setiap tangan yang terulur dengan kesehatan, rezeki dan keberkahan. Aamiin. (Red/***)














































