Faktagarut.id | GARUT — Penampilan memikat ditunjukkan oleh perwakilan siswa SMP Negeri 2 Garut dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SMP tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026.
Dengan balutan busana bernuansa tradisional dan koreografi yang harmonis, para siswa sukses mencuri perhatian dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung RA Lasminingrat.
Dalam dokumentasi yang diterima, tampak lima siswi tampil kompak mengenakan kostum tari berwarna krem dengan aksen etnik, menggambarkan kekayaan budaya Nusantara. Ekspresi percaya diri dan gerakan yang selaras menjadi bukti kesiapan mereka setelah melalui proses latihan yang intensif.
Keikutsertaan SMPN 2 Garut dalam ajang FLS2N tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi bagi siswa dalam menyalurkan bakat seni, khususnya di bidang tari tradisional. Pihak sekolah menegaskan bahwa pembinaan seni merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Lima siswi SMP Negeri 2 Garut tampil kompak mengenakan kostum tari tradisional saat mengikuti ajang FLS2N 2026 tingkat Kabupaten Garut di Aula Gedung RA Lasminingrat, menunjukkan kesiapan dan semangat dalam mengangkat seni budaya daerah ke panggung prestasi. (Foto istimewa)
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni dan budaya. FLS2N menjadi salah satu wadah terbaik untuk itu,” ungkap salah satu perwakilan sekolah.
Ajang FLS2N tingkat kabupaten ini diikuti oleh berbagai sekolah menengah pertama se-Kabupaten Garut, yang masing-masing menampilkan karya terbaiknya. Kompetisi ini sekaligus menjadi tahapan seleksi menuju tingkat provinsi hingga nasional.
Dengan semangat “Garut Hebat” dan dukungan dari Dinas Pendidikan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, berbudaya, serta memiliki daya saing tinggi di bidang seni.
Penampilan siswa SMPN 2 Garut menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan prestasi. Lewat panggung FLS2N 2026, mereka tidak hanya tampil, tetapi juga membawa identitas budaya daerah ke level yang lebih tinggi. (Indra R)






































