Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Berita Taman Simpang Lima Rusak Usai Euforia Juara Persib Bandung

Taman Simpang Lima Rusak Usai Euforia Juara Persib Bandung

Faktagarut.id | GARUT – Kegembiraan atas kemenangan Persib Bandung semestinya menjadi ruang perayaan yang penuh kebanggaan dan kebersamaan. Namun di sejumlah daerah, euforia kemenangan justru kerap meninggalkan persoalan baru berupa kerusakan fasilitas publik (vandalisme).

Fenomena tersebut kembali terjadi di Kabupaten Garut. Sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan pasca konvoi dan selebrasi kemenangan Persib Bandung yang dilakukan oleh massa suporter pada Sabtu (23/5/2026) kemarin.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Garut, beberapa titik fasilitas publik yang mengalami kerusakan di antaranya kawasan Taman Simpang Lima dan patung pahlawan yang berada di tengah taman tersebut. Kerusakan terjadi akibat terinjak massa serta aksi vandalisme yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, tanaman penghijauan yang berada di sepanjang Jalan Ibrahim Aji juga mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, sejumlah tanaman dilaporkan dibakar saat konvoi berlangsung.

Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut saat ini terus melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Keterangan Foto:
Kondisi taman dan area penghijauan di kawasan Simpang Lima, Kabupaten Garut, mengalami kerusakan pasca euforia konvoi kemenangan Persib Bandung. Sejumlah tanaman rusak akibat terinjak massa dan aksi vandalisme, Minggu (24/5/2026). Foto: Istimewa/Faktagarut.id

Kepala Bidang Pertamanan DLH Kabupaten Garut, H. Dadan, mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan secara bertahap. Namun menurutnya, proses pemulihan membutuhkan waktu dan anggaran yang tidak sedikit karena kerusakan terjadi di banyak titik.

“Ya upaya perbaikan lagi dengan biaya yg tidak sedikit untuk penanaman kembali dan ini harus ditanam ulang,” ujar H. Dadan saat dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp, Minggu (24 Mei 2026) siang.

Ia berharap ke depan masyarakat, khususnya para suporter, dapat lebih dewasa dalam merayakan kemenangan tim kebanggaannya tanpa harus merusak fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran negara.

“Coba ke depannya euforia boleh, tapi jangan merusak fasilitas umum,” tambahnya.

DLH Kabupaten Garut juga terus mengedukasi masyarakat agar menjaga ruang publik bersama. Sebab fasilitas taman kota, penghijauan, hingga monumen bukan hanya elemen estetika, melainkan bagian dari identitas daerah yang harus dirawat bersama.

Momentum kemenangan olahraga, menurut sejumlah pihak, seharusnya menjadi sarana mempererat persatuan dan menumbuhkan budaya tertib di tengah masyarakat. Selebrasi yang positif dinilai akan mencerminkan kedewasaan suporter serta rasa memiliki terhadap kota dan lingkungan sekitar. (Indra R) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read