Faktagarut.id | Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya PNM memperluas akses keuangan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro yang membutuhkan modal usaha sekaligus pendampingan berkelanjutan.
Komitmen tersebut tercermin dari dominasi pembiayaan berbasis syariah dalam portofolio PNM. Hingga saat ini, sebanyak 73 persen dari total pembiayaan yang disalurkan PNM menggunakan skema syariah melalui program PNM Mekaar Syariah.
Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan.
Layanan PNM didukung jaringan yang luas, meliputi 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar yang tersebar di 36 provinsi, 456 kabupaten/kota, serta menjangkau lebih dari 3.700 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Direktur Bisnis dan Sumber Daya Manusia PNM, Henry Yunus Kamang Pangemanan, mengatakan bahwa pengembangan pembiayaan syariah bukan sekadar menghadirkan alternatif produk keuangan, melainkan bagian dari misi PNM dalam menciptakan pemberdayaan yang selaras dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang diyakini masyarakat.
“Pembiayaan syariah memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Melalui produk berbasis syariah, kami tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha agar nasabah mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memberikan dampak sosial bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Henry.
Berbeda dengan pembiayaan konvensional, pembiayaan syariah di PNM dijalankan berdasarkan prinsip dan akad syariah dengan mengedepankan transparansi dalam setiap transaksi serta menghindari unsur riba, gharar, dan maysir.
Pendekatan ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi nasabah dalam menjalankan usahanya.
Lebih dari sekadar menyalurkan pembiayaan, PNM juga membangun ekosistem pemberdayaan melalui pendampingan usaha, pelatihan, pengembangan karakter, serta peningkatan literasi keuangan.
Pendekatan tersebut menjadi kekuatan utama PNM dalam mendampingi perempuan prasejahtera agar mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan naik kelas secara bertahap.
Didukung oleh lebih dari 43 ribu Account Officer PNM Mekaar, yang sebagian besar merupakan perempuan dan lulusan SMA/sederajat, PNM optimistis pembiayaan syariah akan terus menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Ke depan, PNM berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan syariah sehingga semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang memperoleh akses pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan nilai-nilai yang mereka yakini.





































