Faktagarut.id | GARUT – Relawan Nusantara kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kampung Sukaresmi 1, Desa Cintanegara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jumat, (31 Juli 2026).
Memasuki hari ketiga pelaksanaan program, sebanyak 20.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan empat mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Bantuan tersebut menyasar 83 kepala keluarga atau sekitar 298 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau yang menyebabkan debit mata air di wilayah itu terus menurun. Warga memanfaatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari air minum, memasak, mandi, mencuci, hingga berwudu.
Sebelum bantuan datang, sebagian warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air, sementara sebagian lainnya terpaksa membeli air bersih dengan biaya tambahan. Kedatangan mobil tangki disambut antusias warga. Mereka membawa berbagai wadah seperti jeriken, ember, drum, dan penampung air lainnya untuk memperoleh pasokan air bersih.
Koordinator Relawan Nusantara, Naufal Fajrul Haqqi, mengatakan penyaluran tersebut merupakan amanah para donatur melalui Program Jariyah Air yang ditujukan membantu masyarakat terdampak krisis air bersih.
Menurut dia, relawan menyaksikan langsung antusiasme sekaligus rasa syukur warga saat bantuan tiba di lokasi.
“Air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Kami berharap setiap tetes air yang disalurkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujarnya.
Ketua RW Kampung Sukaresmi 1, Yayan, mengapresiasi bantuan yang diberikan Relawan Nusantara. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Relawan Nusantara dan seluruh donatur atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan mendapat balasan dan keberkahan,” katanya.
Relawan Nusantara menyatakan akan terus menjangkau wilayah-wilayah yang mengalami krisis air bersih sebagai bagian dari program kemanusiaan selama musim kemarau berlangsung. (***)Â










































