Kamis, Agustus 27, 2026
Beranda NASIONAL DIGIWANGI 3 Raih Hak Cipta, Bupati Garut Apresiasi Inovasi Absensi Digital Karya...

DIGIWANGI 3 Raih Hak Cipta, Bupati Garut Apresiasi Inovasi Absensi Digital Karya Dr. Cucu Maspika

Faktagarut.id | GARUT — Inovasi pendidikan berbasis teknologi terus berkembang seiring kebutuhan sekolah dan tenaga pendidik dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih adaptif. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah DIGIWANGI 3, sebuah program komputer yang dikembangkan oleh Dr. Cucu Maspika, S.Pd.I., M.Pd., MCE.

DIGIWANGI 3 dikembangkan sebagai inovasi absensi digital pendidikan, sekaligus bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan aktivitas pendidikan. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung bagi pendidik maupun lembaga pendidikan dalam menghadirkan sistem yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan era digital.

Pengembangan inovasi tersebut kini memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Berdasarkan dokumen pencatatan, permohonan diajukan pada 15 Juli 2026 dengan nomor permohonan EC002026114714.Foto : istimewa (Dok : Faktagarut.id)

Dalam dokumen tersebut tercantum jenis ciptaan berupa Program Komputer, dengan judul ciptaan DIGIWANGI 3. Karya tersebut tercatat pertama kali diumumkan pada 3 Februari 2025 di Kabupaten Garut.

Dokumen pencatatan juga mencantumkan nomor pencatatan 001348442. Perlindungan hak cipta dinyatakan berlaku selama 50 tahun sejak ciptaan pertama kali diumumkan, sesuai ketentuan yang tercantum dalam dokumen pencatatan.

Perolehan perlindungan hak cipta tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Garut. Bupati Garut H. Abdusy Syakur Amin menyampaikan penghargaan terhadap lahirnya inovasi berbasis teknologi yang dikembangkan oleh insan pendidikan di daerah.

Keterangan Foto:
Foto bersama Momen peluncuran DIGIWANGI 3, program komputer untuk mendukung sistem absensi digital di lingkungan pendidikan yang dikembangkan oleh Dr. Cucu Maspika, S.Pd.I., M.Pd., MCE. Inovasi tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi dalam mendukung digitalisasi tata kelola pendidikan. (Foto Dok : DIGIWANGI 3)

“Pemerintah Kabupaten Garut mengapresiasi inovasi DIGIWANGI 3 karya Dr. Cucu Maspika, S.Pd.I., M.Pd., MCE. Perolehan hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia membuktikan kreativitas insan pendidikan Garut dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi. Semoga DIGIWANGI 3 terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan,” ujar Bupati Garut H. Abdusy Syakur Amin. kepada media saaat sihubungi melalui saluran WathsApp nya. Kamis (27 Agustus 2026).

Menurutnya, lahirnya inovasi teknologi dari lingkungan pendidikan daerah menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi digital. Karya tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencatatan hak cipta, tetapi terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi satuan pendidikan.

Kehadiran DIGIWANGI 3 memperlihatkan bahwa inovasi pendidikan tidak hanya lahir dari institusi besar atau perusahaan teknologi. Pendidik dan praktisi pendidikan di daerah juga memiliki peluang menghasilkan karya berbasis teknologi yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan.

Di tengah transformasi digital, kemampuan menciptakan dan mengembangkan perangkat teknologi pendidikan menjadi semakin penting. Sekolah membutuhkan solusi digital yang bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata dalam proses pengelolaan dan pembelajaran.

Karena itu, karya seperti DIGIWANGI 3 dapat menjadi contoh bahwa inovasi pendidikan dapat tumbuh dari lingkungan akademik dan pendidikan daerah. Perlindungan hak cipta memberikan kepastian hukum terhadap karya yang telah dihasilkan sekaligus menjadi bentuk pengakuan terhadap kreativitas pengembang.

Garut memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat berkontribusi dalam pengembangan inovasi pendidikan. Munculnya DIGIWANGI 3 sebagai program komputer untuk mendukung kebutuhan absensi digital pendidikan menjadi salah satu gambaran bahwa teknologi dapat dikembangkan secara lokal untuk mendukung kemajuan pendidikan.

Ke depan, inovasi semacam ini membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari satuan pendidikan, pemerintah, komunitas pendidikan hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut penting agar karya teknologi pendidikan tidak berhenti pada pencatatan hak cipta, tetapi dapat terus dikembangkan, diuji manfaatnya, serta memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

Bagi dunia pendidikan, inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru. Lebih jauh, inovasi adalah bagaimana sebuah gagasan dapat memberikan solusi, meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan, serta membuka ruang bagi peserta didik dan pendidik untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

Diketahui DIGIWANGI 3 bisa menjadi salah satu contoh karya yang membawa semangat tersebut: lahir dari Garut, berbasis teknologi, mendapat perlindungan hak cipta, dan diarahkan untuk mendukung kemajuan pendidikan di era digital. (Indra R|Fakta)

Editor : Redaksi FG

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read