Faktagarut.id | GARUT – Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai perlombaan. Di Kampung Dayeuhhandap RW 03, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota. Kelompok Budidaya Daerah Aliran Sungai (BUDIDAS) Cimaragas memilih memperingati kemerdekaan dengan aksi nyata menjaga lingkungan.
Kegiatan berupa pengerukan sedimentasi lumpur, pembersihan rumput liar, serta pengangkatan sampah di sepanjang Daerah Irigasi Cimaragas dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian sungai yang selama ini menjadi salah satu saluran penggelontoran air menuju kawasan perkotaan Garut.Aksi gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Berawal dari inisiatif warga RW 03 beberapa tahun lalu, saluran irigasi Cimaragas yang sebelumnya dipenuhi sedimentasi, rumput liar, dan sampah domestik kini terus dirawat secara swadaya. Upaya tersebut kemudian berkembang melalui pembentukan Kelompok BUDIDAS Cimaragas yang mengadopsi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai kawasan konservasi sekaligus budidaya ikan.
Ketua Kelompok BUDIDAS Cimaragas, Sani Zulkarnain, mengatakan kegiatan pengerukan sedimentasi dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan yang dapat memicu banjir saat musim hujan.
“Momentum HUT RI ke-81 kami jadikan sebagai pengingat bahwa menjaga kemerdekaan juga berarti menjaga lingkungan. Sungai yang bersih akan memberikan manfaat bagi masyarakat, pertanian, dan ekosistem. Karena itu kami mengajak seluruh warga untuk ikut memiliki dan merawat sungai ini bersama-sama,” ujarnya, sabtu ( 15 Agustus 2026).
Menurutnya, kondisi Sungai Cimaragas jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun pekerjaan menjaga sungai tidak pernah selesai sehingga membutuhkan komitmen dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Indra Ramdani, penggiat lingkungan sekaligus jurnalis media online Fakta Garut, menilai gerakan mengadopsi aliran sungai merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga tanah air yang telah mereka perjuangkan. Sungai merupakan sumber kehidupan. Jika masyarakat bergerak bersama mengadopsi dan merawat sungai, maka kita sedang mewariskan lingkungan yang sehat kepada anak cucu,” katanya.
Ia berharap gerakan yang dilakukan BUDIDAS Cimaragas dapat menginspirasi komunitas lain di Kabupaten Garut untuk melakukan hal serupa.
Menurut Indra, masih banyak aliran sungai dan saluran irigasi yang membutuhkan perhatian bersama. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, komunitas, dunia usaha, hingga kalangan media, upaya menjaga ekosistem air akan semakin kuat.
Selain memperlancar aliran air, kegiatan pengerukan sedimentasi juga membersihkan rumput liar di bantaran sungai dan jalan lingkungan sehingga kawasan menjadi lebih bersih, nyaman, serta mendukung kesehatan masyarakat.
Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini sejalan dengan tema besar HUT RI ke-81, yakni membangun Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur melalui aksi nyata dari masyarakat.
BUDIDAS Cimaragas berharap gerakan adopsi sungai tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan lingkungan berkelanjutan yang mampu menjaga kualitas air, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta melestarikan ekosistem sungai di Kabupaten Garut.
“Merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari sungai yang kotor, lingkungan yang tercemar, dan hilangnya kepedulian. Mari terus bergotong royong menjaga setiap aliran sungai sebagai sumber kehidupan bangsa.” Harapnya.
Kelompok BUDIDAS Cimaragas menggelar pengerukan sedimentasi dan pembersihan Sungai Cimaragas dalam rangka HUT RI ke-81. Gerakan ini menjadi inspirasi menjaga ekosistem air melalui aksi gotong royong dan adopsi daerah aliran sungai. (***)










































