Faktagarut.id | GARUT — Setetes darah dapat menjadi harapan bagi mereka yang tengah berjuang mendapatkan kesembuhan. Semangat kepedulian tersebut diwujudkan Pemerintah Kecamatan Tarogong Kidul melalui aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 64 labu darah.
Kegiatan donor darah tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi.
Kegiatan melibatkan jajaran aparatur Kecamatan Tarogong Kidul serta sejumlah peserta dari beberapa perangkat daerah (SKPD). Para peserta secara sukarela mendonorkan darahnya dalam kegiatan yang turut didukung tenaga medis.
Sebelum melakukan donor, setiap peserta menjalani pemeriksaan dan skrining kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh memenuhi persyaratan sebagai pendonor.
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Tarogong Kidul, Eris Rospitaningsih, SE, mengatakan kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian aparatur pemerintah terhadap masyarakat.
Menurut Eris, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari gerakan kemanusiaan. Terlebih, kebutuhan darah bagi pasien di fasilitas pelayanan kesehatan terus ada.
“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Alhamdulillah, dari kegiatan ini terkumpul sebanyak 64 labu darah. Mudah-mudahan darah yang terkumpul bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Eris, Selasa (29/9/2026).
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat maupun aparatur pemerintahan untuk semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Eris juga mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan agar tidak ragu menjadi pendonor.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut donor darah. Karena kebutuhan darah selalu ada, dan kepedulian kita sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” katanya.
Selain jajaran aparatur kecamatan dan peserta dari sejumlah SKPD, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk MAWMIE, yang turut berkontribusi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dengan terkumpulnya 64 labu darah, aksi donor darah Kecamatan Tarogong Kidul menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan.
Sebab, bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi, satu kantong darah bukan sekadar hasil dari sebuah kegiatan sosial. Di dalamnya terdapat harapan untuk mendapatkan pertolongan, menjalani proses pengobatan, dan kembali melanjutkan kehidupan.
Penulis: Indra R | Fakta
Editor: Redaksi FG















































