Jumat, Oktober 23, 2026
Beranda DAERAH Pelaksana Pastikan Pekerjaan Ruang ICU RSUD Garut Mengacu Spesifikasi Kontrak

Pelaksana Pastikan Pekerjaan Ruang ICU RSUD Garut Mengacu Spesifikasi Kontrak

Faktagarut.id | GARUT – Proyek rehabilitasi Gedung Eks Mutiara menjadi ruang Intensive Care Unit (ICU) di RSUD dr. Slamet Garut dengan nilai kontrak mencapai Rp5,2 miliar lebih dilaporkan telah mencapai progres hampir 70 persen. Pelaksana menyatakan pekerjaan terus berjalan dengan memperhatikan kualitas konstruksi, spesifikasi material, dan target penyelesaian sesuai ketentuan kontrak.

Berdasarkan informasi proyek yang telah dipublikasikan sebelumnya, pekerjaan tersebut berlokasi di RSUD dr. Slamet, Jalan Rumah Sakit Nomor 12, Kabupaten Garut. Nilai kontraknya tercatat sebesar Rp5.226.637.041,46, termasuk pajak, dengan sumber pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Andra Raya Niaga dengan jangka waktu pelaksanaan selama 150 hari, berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 000.3.2/02/PPK/Um/RSUD/SPer/BMBGTK-RGICU/VII/2026.

ket Foto :Pelaksana lapangan Adi Yuda menunjukkan bagian instalasi pada dinding di lokasi rehabilitasi Gedung Eks Mutiara RSUD dr. Slamet Garut yang akan difungsikan sebagai ruang ICU, Kamis (22/10/2026). Pelaksana menyebut progres pekerjaan telah mendekati 70 persen dan pengawasan material dilakukan sebelum digunakan dalam pekerjaan. (Foto oleh : Indra R|Fakta)

Saat ditemui Faktagarut.id di lokasi pekerjaan, Kamis (22/10/2026) siang, pelaksana lapangan Adi Yuda mengatakan progres pekerjaan saat ini telah mendekati 70 persen. Ia menyebut target mingguan masih tercapai meskipun terdapat sejumlah kendala selama pelaksanaan di lapangan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini setiap pekerjaan bisa berjalan meskipun di lapangan terdapat kendala-kendala. Namun, alhamdulillah, bobot atau target mingguan hingga saat ini masih tercapai,” ujar Yuda.

Rp 5,2 Miliar Lebih Digelontorkan! Gedung Eks Mutiara RSUD dr. Slamet Garut Disulap Jadi ICU, Publik Menanti Hasilnya
BACA JUGA:
https://faktagarut.id/rp-52-miliar-lebih-digelontorkan-gedung-eks-mutiara-rsud-dr-slamet-garut-disulap-jadi-icu-publik-menanti-hasilnya/

Menurutnya, kualitas dan kuantitas menjadi perhatian utama pihak pelaksana. Selain menjaga mutu hasil pekerjaan, pihaknya berupaya agar pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Yuda mengakui adanya kendala teknis yang membutuhkan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk manajemen RSUD dr. Slamet Garut dan para penyedia pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Terkait spesifikasi teknis dan mutu bangunan, Yuda menyatakan material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut mengacu pada ketentuan kontrak. Ia menjelaskan, setiap material yang datang ke lokasi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebelum diperbolehkan masuk untuk digunakan.

“Jadi, begitu material datang, di depan itu melewati pengecekan. Kalau sudah sesuai, baru bisa masuk,” jelasnya.

Menurut Yuda, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap material yang digunakan selama pelaksanaan proyek.

Meski demikian, kesesuaian material dengan spesifikasi kontrak serta mutu konstruksi secara keseluruhan perlu dipastikan melalui dokumen teknis, hasil pemeriksaan, dan pengawasan pihak yang berwenang.

Hal tersebut menjadi penting mengingat bangunan yang direhabilitasi akan difungsikan sebagai ruang ICU, yang membutuhkan dukungan konstruksi, instalasi, dan fasilitas medis sesuai persyaratan teknis yang berlaku.

Selain menjelaskan progres dan pengawasan material, Yuda mengungkapkan adanya penyesuaian volume pekerjaan setelah dilakukan pengukuran berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Menurutnya, terdapat perbedaan antara perhitungan konsultan perencana dan hasil pengukuran di lokasi. Namun, ia menyebut perubahan tersebut tidak terlalu signifikan.

“Perubahannya tidak terlalu signifikan dari perhitungan konsultan perencana. Kita sebagai pelaksana di lapangan tentunya berdasarkan ukuran pekerjaan di lapangan, sehingga kita ukur lagi dan ada perbedaan volume,” ungkapnya.

Yuda menambahkan, proses pengukuran telah ditempuh melalui mekanisme Mutual Check Nol (MC-0). Sementara itu, penyusunan dokumen menuju MC-100 atau pemeriksaan akhir volume pekerjaan masih berlangsung.

“Sudah kita tempuh MC-0, ada perubahan volume. Nanti tentunya di MC-100 juga ada. Saat ini pelaksana sedang menyusun untuk menuju MC-100,” katanya.

Penyesuaian volume tersebut perlu didukung hasil pengukuran dan dokumen administrasi teknis yang sesuai dengan ketentuan kontrak. Apabila perubahan memengaruhi nilai kontrak atau lingkup pekerjaan, dasar persetujuan dan mekanisme administrasinya juga perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Yuda juga menjelaskan, perkembangan pekerjaan terus dipantau melalui laporan dan dokumentasi berkala, baik oleh pihak pelaksana maupun konsultan pengawas.

Pihaknya berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar hingga penyelesaian dan serah terima sesuai ketentuan yang berlaku.

“Harapannya, pekerjaan ini bisa berjalan lancar sampai serah terima 100 persen, sehingga ruang ICU bisa lebih optimal dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Garut,” pungkasnya. (Indra R|Fakta)

Editor : Red FG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read