Sabtu, Oktober 10, 2026
Beranda NASIONAL RSUD dr. Slamet Garut Siap Bertransformasi Menuju Smart Hospital Berstandar

RSUD dr. Slamet Garut Siap Bertransformasi Menuju Smart Hospital Berstandar

Faktagarut.id | GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen mendorong transformasi RSUD dr. Slamet Garut menjadi rumah sakit modern berbasis Smart Hospital yang mengedepankan keselamatan pasien, mutu pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta keterjangkauan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan sekaligus mempersiapkan kebutuhan fasilitas rumah sakit dalam jangka panjang. Komitmen ini mengemuka dalam rapat koordinasi dan peninjauan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Smart Hospital yang berlangsung di Ruang Rapat Direktur RSUD dr. Slamet Garut, Jumat (9/10/2026).

Pertemuan dipimpin langsung Bupati Garut H. Syakur, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Drs. Bambang Hafidz, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, serta jajaran manajemen RSUD dr. Slamet Garut yang diwakili Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Hj. Gita.

Turut hadir Pimpinan Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI), Prof. Ir. Dr.-Ing. Eko Supriyanto, IPU, P.H.Eng, bersama tim ahli di bidang teknik dan perencanaan rumah sakit.

Pertemuan tersebut membahas penguatan sistem pelayanan, pengembangan fasilitas, serta penyusunan master plan rumah sakit yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan langkah pengembangan secara bertahap, meliputi pembangunan fasilitas rumah sakit baru dan revitalisasi sarana yang telah tersedia.

Kedua upaya tersebut diarahkan agar terintegrasi dalam perencanaan jangka panjang, sehingga pengembangan kapasitas rumah sakit dapat berjalan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Ket Foto : Bupati Garut H. Syakur bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Garut, manajemen RSUD dr. Slamet Garut, serta Pimpinan Perkumpulan Teknik Perumahsakitan Indonesia (PTPI), Prof. Ir. Dr.-Ing. Eko Supriyanto, IPU, P.H.Eng, bersama tim ahli di bidang teknik dan perencanaan rumah sakit. Saat foto bersama usai pertemuan. (Foto oleh : Indra R|Fakta)

Bupati Garut H. Syakur menegaskan bahwa pengembangan RSUD dr. Slamet perlu dilakukan dengan perencanaan matang, mengingat rumah sakit tersebut memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Hari ini kami kedatangan Pak Prof. Eko dari PTPI, lembaga yang merupakan expert dalam mendesain rumah sakit komprehensif. Mengapa? Karena kita melihat rumah sakit memiliki peranan yang sangat penting dalam standar pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Syakur.

Menurutnya, transformasi rumah sakit tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pembenahan juga harus menyentuh sistem manajemen, kualitas pelayanan, kesiapan sumber daya manusia, serta kemampuan fasilitas dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan pada masa mendatang.

Melalui perencanaan yang terintegrasi, RSUD dr. Slamet diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta kenyamanan pasien.

Presiden PTPI, Prof. Ir. Dr.-Ing. Eko Supriyanto, IPU, P.H.Eng, menekankan bahwa penerapan Smart Hospital harus mengacu pada prinsip dasar pelayanan rumah sakit yang selamat, bermutu, aman, ramah lingkungan, dan terjangkau.

Menurut Eko, keselamatan pasien menjadi prioritas utama, termasuk upaya mencegah kesalahan medis atau medical error. Selain itu, rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan berkualitas, menjamin keamanan lingkungan, serta memperhatikan aspek sosial dan kelestarian lingkungan.

“Indonesia telah mengeluarkan Standar Nasional Indonesia, yaitu Standar Nasional Smart Hospital. Di sana, persyaratan rumah sakit yang utama adalah selamat, tidak boleh ada medical error. Kedua, rumah sakit ini harus bermutu atau berkualitas. Ketiga, rumah sakit juga harus aman. Keempat, rumah sakit harus ramah, baik ramah sosial maupun ramah lingkungan. Dan satu lagi yang tetap penting, yaitu terjangkau,” kata Eko.

Ia menegaskan, keterjangkauan pelayanan harus dilihat secara menyeluruh, baik dari sisi ekonomi, kondisi geografis, maupun karakteristik demografis masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Dengan demikian, konsep Smart Hospital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga mencakup tata kelola rumah sakit, keselamatan bangunan, efektivitas operasional, serta kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Eko berharap Kabupaten Garut dapat menjadi salah satu model percontohan transformasi fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Mudah-mudahan Garut menjadi model percontohan fasilitas pelayanan kesehatan yang sukses bertransformasi dalam lima tahun ke depan menjadi Smart Hospital,” ungkapnya.

Penerapan Smart Hospital membutuhkan indikator yang terukur agar proses transformasi tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan.

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi keselamatan pasien dan bangunan, mutu pelayanan medis, kenyamanan pasien, pengendalian infeksi, serta keterjangkauan akses kesehatan.

Dari aspek keselamatan (safety), rumah sakit perlu memenuhi standar keselamatan yang ketat, menekan risiko kesalahan medis, serta memastikan kesiapan bangunan menghadapi potensi bencana, termasuk gempa bumi dan banjir. Sistem proteksi kebakaran juga menjadi bagian penting untuk menjamin keamanan pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung.

Pada aspek mutu pelayanan, perhatian diarahkan pada kecukupan tenaga medis dan dokter spesialis, pengelolaan layanan secara profesional, serta kemampuan rumah sakit memenuhi kebutuhan masyarakat secara proporsional.

Sementara itu, kenyamanan dan efektivitas operasional mencakup pengendalian waktu tunggu pasien (waiting time) serta penerapan pengendalian infeksi (infection control) guna meminimalkan risiko penularan penyakit di lingkungan rumah sakit.

Adapun dari sisi aksesibilitas, pelayanan diharapkan dapat dijangkau masyarakat secara ekonomi, geografis, maupun demografis, termasuk melalui dukungan program jaminan kesehatan.

Keseluruhan aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya modern, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan dan keselamatan masyarakat.

Di tengah rencana transformasi fasilitas dan sistem pelayanan, Bupati Garut H. Syakur mengingatkan bahwa kualitas rumah sakit juga ditentukan oleh sikap dan kepedulian tenaga kesehatan dalam melayani pasien.

Ia memahami bahwa tingginya volume pasien masih menjadi tantangan bagi jajaran tenaga kesehatan dalam memenuhi kebutuhan pelayanan secara optimal. Meski demikian, empati, keramahan, dan keikhlasan harus tetap menjadi bagian dari budaya pelayanan di RSUD dr. Slamet Garut.

Syakur juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mendukung pembiayaan kesehatan masyarakat, termasuk melalui program jaminan kesehatan seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Program jaminan kesehatan seperti PBI adalah wujud gotong royong untuk membantu sesama yang sakit. Toh juga tidak mahal, itu cuma satu bungkus rokok per orang per bulan. Mari kita terus ingatkan dan bimbing petugas kita agar memberikan pelayanan terbaik dengan penuh keikhlasan kepada masyarakat,” tuturnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa transformasi rumah sakit harus berjalan seiring dengan penguatan nilai kemanusiaan. Pemanfaatan teknologi, pembenahan infrastruktur, dan peningkatan standar pelayanan perlu ditopang oleh tenaga kesehatan yang profesional serta memiliki kepedulian terhadap pasien.

Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Garut, manajemen RSUD dr. Slamet, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta para pakar di bidang teknik dan perencanaan rumah sakit, transformasi menuju Smart Hospital diharapkan dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan.

Penyusunan perencanaan jangka panjang, revitalisasi fasilitas, peningkatan mutu pelayanan, serta penguatan budaya kerja yang humanis menjadi fondasi penting dalam mewujudkan rumah sakit yang aman, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan langkah tersebut, RSUD dr. Slamet Garut diharapkan berkembang menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat yang mengedepankan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, serta akses kesehatan yang semakin baik bagi warga Kabupaten Garut.

Penulis: Indra R | Fakta

Editor: Redaksi FG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read