Rabu, Oktober 14, 2026
Beranda PERISTIWA Pascakebakaran Dayeuhandap Garut, Warga Bergotong Royong Bersihkan Sisa Bangunan

Pascakebakaran Dayeuhandap Garut, Warga Bergotong Royong Bersihkan Sisa Bangunan

Faktagarut.id | GARUT – Semangat gotong royong ditunjukkan warga Kampung Dayeuhandap, RW 03 RT 04–05, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pascakebakaran yang melanda permukiman mereka pada Rabu (14/10/2026) dini hari. Warga bahu-membahu membersihkan sisa material bangunan yang terbakar sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga yang terdampak musibah.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB tersebut mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan berat dan empat rumah terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Sani Zulkarnain, menyampaikan bahwa setelah api berhasil dipadamkan, warga langsung bergotong royong membersihkan material bangunan yang tersisa akibat kebakaran.

“Alhamdulillah, saat ini warga kompak melakukan pembersihan material bangunan,” ujar Sani saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, kegiatan gotong royong tersebut dilakukan untuk membersihkan area terdampak sekaligus membantu penanganan pascakebakaran. Kebersamaan warga menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial di tengah musibah yang menimpa lingkungan mereka.

Berdasarkan data sementara, dua rumah yang mengalami kerusakan berat masing-masing ditempati Suhendar Hendar alias Pak Nyanyang dan Heryanto alias Pak Ato. Sementara itu, empat rumah secara keseluruhan dilaporkan terdampak akibat kobaran api yang merambat di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, titik awal api diduga berasal dari rumah yang ditempati kedua warga tersebut. Kobaran api kemudian merambat ke bangunan di sekitarnya sehingga menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Sebanyak empat armada pemadam kebakaran dilaporkan diterjunkan guna mengendalikan kobaran api dan mencegah perambatan ke bangunan lainnya.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah itu, petugas melakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan korsleting atau hubungan arus pendek listrik, tetapi hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material bagi warga terdampak. Hingga kini, nilai kerugian belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

Di tengah kondisi tersebut, gotong royong menjadi gambaran nyata kepedulian warga dalam menghadapi musibah. Melalui kerja bersama, warga berupaya membersihkan lingkungan yang terdampak agar proses penanganan pascakebakaran dapat berjalan lebih baik.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki jarak antarrumah berdekatan.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran dan taksiran kerugian material masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Faktagarut.id akan terus mengikuti perkembangan penanganan pascakebakaran, termasuk kondisi warga terdampak dan upaya pemulihan lingkungan melalui semangat gotong royong.

Penulis : Indra R|Fakta

Editor : Redaksi FG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read