FAKTAGARUT.ID – PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Jawa Barat menjelang musim tanam Oktober 2026. Berdasarkan data perusahaan per 15 Oktober 2026, stok pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Garut tercatat mencapai 5.995,15 ton.
Kesiapan stok tersebut dilakukan menyusul prediksi datangnya musim hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat setelah mengalami kemarau panjang. Perubahan musim diperkirakan menjadi momentum bagi petani untuk kembali memulai aktivitas tanam.
Dalam siaran pers bernomor 40/KP.EXT/X/2026 tertanggal 19 Oktober 2026, Pupuk Kujang menyebutkan bahwa produksi dan ketersediaan pupuk terus dijaga untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan petani selama masa tanam.
Perusahaan menyatakan tetap menjalankan operasional produksi meskipun sebagian petani mengalami penundaan masa tanam akibat kondisi kemarau.
“Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan pupuk saat para petani mulai memasuki masa tanam, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan strategis nasional,” kata VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2026).
Stok Pupuk Bersubsidi di Jawa Barat Capai 98 Ribu Ton
Pupuk Kujang mencatat stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat per 15 Oktober 2026 mencapai 98.011,8 ton. Jumlah tersebut terdiri atas stok urea sebanyak 69.212,7 ton dan NPK sebanyak 28.799 ton.
Khusus di Garut, stok urea bersubsidi yang tercatat mencapai 5.995,15 ton. Namun, data tersebut masih perlu dicermati berdasarkan kebutuhan aktual petani, penyaluran di tingkat distributor dan kios resmi, serta realisasi penebusan pupuk di lapangan.
Pupuk Kujang menyatakan stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi di Jawa Barat cenderung stabil untuk mendukung persiapan musim tanam penghujan yang diperkirakan segera berlangsung.
Perusahaan juga mengimbau petani agar melakukan penebusan pupuk melalui kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam keterangannya, Pupuk Kujang menilai kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Niño menjadi salah satu tantangan bagi sektor pertanian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi waktu tanam dan kebutuhan sarana produksi pertanian.
Idho mengatakan perusahaan berupaya menjaga ketahanan jaringan logistik serta memastikan ketersediaan pupuk tetap dalam kondisi memadai.
“Pupuk Kujang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani dan memastikan para petani tidak menghadapi tantangan kemarau ini sendirian,” ujarnya.
Perusahaan juga menyebutkan persediaan pupuk untuk mendukung aktivitas pertanian di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya telah disiapkan untuk kebutuhan sekitar dua minggu ke depan.
Ketersediaan di Gudang Perlu Diimbangi Kelancaran Distribusi
Kesiapan stok pupuk di tingkat perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung musim tanam. Namun, kecukupan pasokan bagi petani juga bergantung pada kelancaran distribusi hingga kios resmi dan kemudahan penebusan sesuai alokasi yang ditetapkan.
Karena itu, data stok yang disampaikan perusahaan perlu diikuti pemantauan penyaluran di tingkat daerah, termasuk memastikan pupuk tersedia ketika dibutuhkan petani.
Bagi petani di Garut, kepastian pasokan pupuk menjadi penting untuk mendukung ketepatan waktu tanam dan menjaga produktivitas pertanian saat curah hujan mulai meningkat.
Hingga siaran pers tersebut diterbitkan, data yang disampaikan Pupuk Kujang menunjukkan stok urea bersubsidi di Garut mencapai 5.995,15 ton. Adapun kondisi ketersediaan di masing-masing kios, realisasi penyaluran, serta kecukupan stok dibandingkan kebutuhan petani masih perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait dan pihak penyalur di lapangan.
Penulis : Indra R|Fakta
Editor : Redaksi FG










































