Selasa, September 29, 2026
Beranda DAERAH Yudha: Pemkab Garut Harus Berdarah-darah Benahi RSUD dr. Slamet

Yudha: Pemkab Garut Harus Berdarah-darah Benahi RSUD dr. Slamet

Faktagarut.id | GARUT – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan, mendesak Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna meningkatkan fasilitas kesehatan di RSUD dr. Slamet.

Fokus utama yang diusulkan adalah pembangunan Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk penanganan serangan jantung serta penambahan ruang rawat inap yang saat ini sangat terbatas.

Hal tersebut disampaikan Yuda usai melakukan rapat koordinasi dengan Dewan Pengawas RSUD, Kepala BPKAD Garut, dan anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta melakukan inspeksi langsung ke rumah sakit, Senin (28 September 2026).

Yuda menyoroti adanya kesenjangan signifikan antara kebutuhan tempat tidur pasien dengan ketersediaan yang ada. Ia menyebutkan bahwa kebutuhan ideal tempat tidur di Kabupaten Garut mencapai 2.900 unit. Sementara itu, total tempat tidur yang tersedia di seluruh fasilitas kesehatan di kabupaten baru sekitar 1.000-an, dengan rincian 383 bed berada di RSUD dr. Slamet.

“Kondisi IGD saat ini sangat memprihatinkan. Seperti yang disampaikan Direktur RSUD, pasien di IGD mencapai 90 orang, padahal kapasitasnya sangat terbatas. Ini terjadi karena kurangnya ketersediaan ruang rawat inap,” ujar Yuda.

Baca Juga :

Pasien RSUD dr. Slamet Membludak, DPRD Soroti Keterbatasan Bed dan Dorong Penambahan Fasilitas https://faktagarut.id/pasien-rsud-dr-slamet-membludak-dprd-soroti-keterbatasan-bed-dan-dorong-penambahan-fasilitas/

Meski Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menambah 80 bed sehingga total di RSUD menjadi 463 bed, Yuda menekankan bahwa penambahan jumlah bed harus diikuti dengan penyediaan ruangan fisik yang memadai. Ia mencatat masih adanya ruangan-ruangan lama yang terbengkalai dan berpotensi dioptimalkan.

Salah satu poin krusial yang diangkat Yuda adalah urgensi pembangunan Cath Lab. Ia mengungkapkan bahwa banyak pasien serangan jantung dari Garut yang akhirnya dirujuk ke Bandung karena ketidakmampuan RSUD dr. Slamet melakukan prosedur pemasangan ring jantung (stent).

“Bahkan Bupati sendiri beberapa waktu lalu mengalami serangan jantung. Seandainya kita punya Cath Lab, beliau tidak perlu dirujuk ke luar daerah. Harapan kami, operasi jantung bisa dilakukan di sini. Ini akan mendongkrak pendapatan RSUD dan mencegah kebocoran rujukan ke luar daerah,” jelasnya.

Yuda meminta Bupati Garut untuk “berdarah-darah” atau berupaya maksimal dalam mengeluarkan APBD untuk peningkatan fasilitas ini. Ia juga menyarankan pemanfaatan sumber dana lain, seperti Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), untuk mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan.

Yuda juga memberikan catatan penting terkait pengelolaan keuangan RSUD. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak membebani RSUD untuk membiayai belanja modal (pembangunan ruangan) dari pendapatan operasional rumah sakit.

“Kalau pendapatan RSUD dipaksa untuk membangun gedung, kasihan nanti yang berkurang adalah anggaran pembelian obat dan bahan medis habis pakai. Maka, intervensi APBD dari pemda sangat diperlukan agar RSUD lebih leluasa memperbaiki pelayanan,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Yuda juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menyambut baik rencana pelatihan Service Excellent bagi seluruh petugas RSUD untuk mengubah pola pikir (mindset) dan gestur pelayanan agar lebih ramah dan empatik kepada pasien.

“Kami ingin ada perubahan mindset. Gestur dan bahasa tubuh petugas harus mencerminkan sikap melayani. Dengan komunikasi yang efektif antara manajemen dan SDM, serta keterbukaan terhadap keluhan masyarakat, kami optimis pelayanan di RSUD dr. Slamet akan semakin optimal,” pungkasnya. (Indra R|Fakta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read