Selasa, Agustus 25, 2026
Beranda Berita Rp 5,2 Miliar Lebih Digelontorkan! Gedung Eks Mutiara RSUD dr. Slamet Garut...

Rp 5,2 Miliar Lebih Digelontorkan! Gedung Eks Mutiara RSUD dr. Slamet Garut Disulap Jadi ICU, Publik Menanti Hasilnya

Faktagarut.id | GARUT — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut tengah melakukan pembenahan besar. Salah satu proyek yang mencolok adalah rehabilitasi gedung eks Mutiara yang disiapkan menjadi ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk meningkatkan kapasitas pelayanan pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

Proyek tersebut tercantum sebagai pekerjaan Belanja Modal Bangunan Gedung dengan kegiatan rehabilitasi gedung untuk ruang ICU. Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lingkungan RSUD dr. Slamet Garut, nilai pekerjaan mencapai Rp5.226.637.041,46 termasuk pajak.

Anggaran proyek bersumber dari DBH Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) dengan tahun anggaran 2026. Waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 150 hari kalender. Penyedia jasa konstruksi yang tercantum dalam papan proyek adalah CV Andra Raya Niaga.

Papan proyek itu juga mencantumkan nomor SPK 000.3.2/02/PPK/Um/RSUD/SPer/BMBGTK-RGICU/VII/2026 serta lokasi pekerjaan di RSUD dr. Slamet, Jalan Rumah Sakit Nomor 12, Kabupaten Garut.

Gedung Eks Mutiara Berubah Fungsi

Pihak manajemen RSUD dr. Slamet Garut membenarkan adanya pekerjaan tersebut. Melalui Erly Sunarli, Humas dan Pemasaran RSUD dr. Slamet Garut, manajemen menyampaikan bahwa pembangunan merupakan bagian dari upaya rumah sakit melakukan pembenahan pelayanan.

“Pada intinya RS terus berbenah dan bergerak demi masyarakat Garut,” ujar Erly.

Menurut dia, manajemen memahami bahwa aktivitas pembangunan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien maupun keluarga pasien. Karena itu, pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf apabila proses pembangunan berdampak terhadap pelayanan atau aktivitas masyarakat di lingkungan rumah sakit.

“Mohon maaf apabila terganggu pelayanan atas pembangunan tersebut,” kata ia kepada Faktagarut.id selasa (25/08/2026).

Dengan perubahan fungsi gedung eks Mutiara menjadi ruang ICU, RSUD dr. Slamet Garut berharap fasilitas pelayanan pasien dengan kondisi kritis dapat semakin tertata dan mendukung kebutuhan layanan rumah sakit.

Nilai proyek yang menembus Rp5,2 miliar tentu bukan angka kecil. Karena menggunakan anggaran publik yang bersumber dari DBH CHT, pelaksanaan pekerjaan menjadi bagian yang patut mendapat perhatian publik—bukan semata karena besarnya anggaran, tetapi juga karena hasil akhirnya menyangkut fasilitas kesehatan masyarakat.

Masyarakat berhak melihat apakah pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, jadwal, nilai kontrak, dan ketentuan pengadaan. Transparansi proyek menjadi penting agar pembangunan fasilitas kesehatan tidak berhenti pada bangunan yang tampak megah, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan mutu pelayanan.

Bagi RSUD dr. Slamet Garut, proyek rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari pekerjaan rumah yang lebih besar guna memperkuat fasilitas sekaligus menjaga pelayanan tetap berjalan selama konstruksi berlangsung.

Namun Pada akhirnya, publik akan menunggu satu hal apakah investasi Rp 5,22 miliar itu benar-benar berujung pada pelayanan ICU yang lebih baik bagi masyarakat Garut atausebaliknya. (Indra R|Fakta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read