Faktagarut.id | GARUT – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan pentingnya kerja terencana dan terukur dalam rapat dinas bersama Tim Humas, Tim Pokja 15 Program Aksi Kemenimipas, serta Tim Garut Green Correction, Senin, 23 Februari 2026, di Cafe Lapas Garut.
Rapat tersebut digelar untuk memperkuat koordinasi dan optimalisasi pelaksanaan tugas masing-masing tim. Seluruh ketua dan anggota tim hadir guna menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan Zona Integritas, dan implementasi program Green Correction.
Dalam arahannya, Rusdedy meminta setiap kelompok kerja segera menyusun rencana kerja tahunan yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari Program Aksi organisasi.
“Setiap Pokja agar segera menyusun rencana dan program kerja selama satu tahun ke depan. Program kerja ini harus jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari Program Aksi yang mendukung pencapaian target organisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dari Dinas Lingkungan Hidup dalam pelaksanaan program Garut Green Correction. Menurut dia, program tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kita harus memenuhi seluruh petunjuk teknis yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Program Green Correction bukan hanya sekadar program, tetapi merupakan komitmen kita dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Rusdedy menyoroti tindak lanjut atas saran dan masukan dari Ombudsman Republik Indonesia setelah Lapas Garut menerima penghargaan atas kualitas pelayanan publik. Ia meminta agar seluruh rekomendasi dimasukkan dalam target kinerja tahun berjalan, termasuk sebagai bagian dari mitigasi risiko di setiap kelompok kerja.
“Kemarin saat penerimaan penghargaan dari Ombudsman, ada pesan penting agar seluruh saran dan perbaikan dimasukkan ke dalam target kinerja tahun ini. Hal tersebut harus menjadi perhatian seluruh Pokja, termasuk dimasukkan dalam mitigasi risiko dan wajib ditindaklanjuti secara nyata,” ujar Rusdedy.
Rapat berlangsung tertib dan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjalankan seluruh arahan pimpinan secara konsisten demi mendorong pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta keberhasilan program Green Correction di Lapas Garut. (***)










































