FAKTA GARUT. ID– Suasana panas mewarnai pelaksanaan pembangunan gedung Server Induk di Kampung Gandok RW 20/01 (Sukadana), Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.
Ketua RW 20, Dede, memutuskan menghentikan sementara aktivitas proyek setelah merasa ucapan pelaksana lapangan yang memasang besi baja WF merendahkan warganya.
Menurut Dede, pihak pelaksana menyebut warga di sekitar lokasi pembangunan “tidak mengerti” terkait turunnya besi baja WF digudang miliknya.
Ucapan tersebut dinilainya melecehkan niat baik warga yang selama ini sudah mendukung kelancaran proyek.
“Saya merasa tidak dihargai. Ucapan pelaksana yang mengatakan warga saya tidak mengerti seolah-olah mereka bodoh. Padahal kami sudah banyak membantu, bahkan besi baja WF puluhan batang panjang sekitar 12 meter kami tempatkan di rumah saya,” kata Dede dengan nada kesal, Rabu (24/09/2025) kemarin.
Dede menyebut, selain masalah ucapan yang melukai perasaan warga, pihak pelaksana belum bisa menunjukkan dokumen resmi perizinan pembangunan kepada pengurus RW. Hal itu semakin memperkuat keputusannya untuk menghentikan proyek sementara waktu.
“Saya minta dihentikan dulu. Kalau memang belum ada izin resmi, jangan lanjutkan. Dan sikap pelaksana pun harus diperbaiki agar warga tidak merasa direndahkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait penghentian sementara pembangunan gedung server induk tersebut. (Indra R)









































