24 C
Garut
Sabtu, Desember 6, 2025

Di Bawah Kepemimpinan Rusdedy, Lapas Garut Raih Kinerja Terbaik Nasional 2025

Faktagarut.id || GARUT – 11 November 2025. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menutup tahun 2025 dengan torehan prestasi gemilang di berbagai bidang. Di bawah kepemimpinan Kalapas Rusdedy, Lapas Garut berhasil menunjukkan transformasi nyata melalui tata kelola anggaran yang efisien, pembinaan warga binaan yang produktif, serta penguatan sistem keamanan dan layanan publik berbasis zero tolerance terhadap narkoba.

Sepanjang 2025, Lapas Garut mampu mengoptimalkan realisasi anggaran sebesar Rp 11,98 miliar dari pagu awal Rp 14,53 miliar, dengan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) mencapai 99,55%.

Capaian ini menjadi bukti implementasi nyata 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang menekankan efektivitas layanan publik serta pemberantasan praktik ilegal dalam tata kelola lembaga.

Pembebasan dan Program Integrasi Warga Binaan Dalam mendukung percepatan reintegrasi sosial, Lapas Garut telah memberikan:

  • Remisi Umum: 659 orang
  • Remisi Keagamaan: 667 orang
  • Remisi Dasawarsa: 554 orang
  • Pembebasan Bersyarat (PB): 230 orang
  • Cuti Bersyarat (CB): 25 orang

Selain itu, 138 warga binaan dipindahkan ke lapas berkeamanan maksimum untuk pembinaan lanjutan, sehingga kondisi hunian menjadi lebih layak dan kondusif.

Lapas Garut Produktif: 8.500 Produk Ekspor ke Eropa

Transformasi ekonomi warga binaan juga terus berlanjut melalui pemberdayaan di sektor UMKM Coir Shade (produk serabut kelapa).

Sebanyak 200 warga binaan terlibat aktif dan berhasil menembus pasar ekspor Eropa dengan 8.500 pcs produk yang dikirim dalam 10 kali pengiriman sepanjang tahun 2025.

 

Selain Coir Shade, berbagai unit usaha produktif juga berkembang pesat, di antaranya:

  • Produksi roti (10 WBP)
  • Roastery kopi (15 WBP, 2.600 pcs produk)
  • Konveksi (12 WBP, 4.400 pcs produk)
  • Batik tulis (15 WBP, 50 pcs)
  • Kantin dan pangkas rambut
  • Café Integrasi sebagai etalase karya warga binaan

Di bidang ketahanan pangan, warga binaan mengembangkan budidaya ikan lele, nila, padi, jagung, vertical garden, peternakan ayam pedaging (14.000 ekor), dan domba (341 ekor).

Program ini turut diperkuat dengan penanaman 2.500 bibit kelapa serta produksi pupuk organik ramah lingkungan.

Pelayanan dan Pengawasan Modern Berbasis Teknologi

Dalam aspek pengawasan, Lapas Garut telah menerapkan sistem OSINT dan CCTV 24 jam untuk deteksi dini potensi gangguan keamanan.

Sepanjang tahun, sebanyak 255 warga binaan ditindak atas pelanggaran tata tertib, dan 5 pengaduan masyarakat telah ditangani secara transparan.

Di sisi layanan publik, peningkatan signifikan terlihat melalui:

10.378 layanan kesehatan

655.215 porsi makanan sehat H₂O (Halal, Higienis, Zero Waste)

12 unit Wartelsus (alat komunikasi khusus warga binaan)

Poliklinik Pratama dan dapur sehat yang dikelola oleh 22 warga binaan

Komitmen Lapas Bersinar: Bersih dari Narkoba

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberantasan narkoba, Lapas Garut menggelar 67 kali razia rutin dan insidentil, 3 razia gabungan, serta 8 kali tes urin bagi 165 WBP dan 4 kali bagi 60 pegawai.

Sebanyak 237 handphone, 168 powerbank, 176 headset, dan 336 kabel data dimusnahkan sebagai barang bukti hasil razia.

Kini, Lapas Garut resmi menyandang status sebagai Lapas Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Pembinaan Kepribadian dan Keagamaan

Dalam bidang pembinaan kepribadian, Lapas Garut mengelola Pesantren Taubatul Muzdhibin dengan 180 santri warga binaan, serta menjalankan program rehabilitasi sosial bagi 163 orang.

Selain itu, berbagai kegiatan olahraga, seni budaya, dan literasi melalui perpustakaan berisi 876 buku turut digiatkan guna membangun karakter dan mental positif warga binaan.

Transparansi dan Akuntabilitas Publik

Sepanjang tahun 2025, tercatat 249 pemberitaan resmi di berbagai media sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. Setiap kegiatan dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas, partisipasi, dan integritas, mencerminkan komitmen Lapas Garut untuk menjadi lembaga pemasyarakatan yang modern, humanis, dan produktif.

Kalapas Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran petugas dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, UMKM lokal, hingga mitra ekspor luar negeri.

> “Kami ingin membangun harapan dari balik tembok. Lapas bukan lagi tempat pembalasan, tapi pusat transformasi sosial dan ekonomi. Warga binaan harus pulang dengan kemampuan, bukan kenangan buruk,” tegas Rusdedy.

Lapas Kelas IIA Garut merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas RI) yang mengimplementasikan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Fokus utama lembaga ini adalah menciptakan lapas produktif, berdaya saing global, dan menjadi model tata kelola pemasyarakatan modern di Indonesia. (***)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles