24 C
Garut
Sabtu, Desember 6, 2025

Disdik Garut Gerak Cepat, Pastikan Anak Tetap Belajar Pasca Jembatan Cimanisan Ambruk

Faktagarut.id || GARUT – Ambruknya Jembatan Gantung Cimanisan di Kampung Seleketan, Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memutus total akses warga antar desa. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (9/11/2025) itu membuat ribuan warga terisolir dan memaksa sejumlah siswa sekolah menantang maut demi berangkat belajar.

Detik-detik jembatan sepanjang 70 meter itu ambruk sempat direkam warga. Dalam video, terlihat pondasi jembatan perlahan tergerus derasnya arus Sungai Cikaengan hingga akhirnya runtuh dan terseret banjir.

Akses Terputus, Warga Terisolir

Intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cikaengan meluap, mengikis bantaran sungai, dan merobohkan abutment atau pondasi utama jembatan. Akibatnya, jalur penghubung antara Desa Toblong dan Sukanagara putus total.

Bantaran sungai pun longsor sepanjang 100 meter dengan kedalaman sekitar 7 meter. Empat bangunan warga dilaporkan terancam longsor susulan. Pemerintah setempat segera memasang garis pembatas dan rambu peringatan di area rawan.

“Kami pasang tali seling dan gunakan rakit serta perahu untuk penyebrangan sementara,” ujar Camat Peundeuy, Dani Ramdani.

“Warga tidak punya pilihan lain karena jalan alternatif jauh dan rusak.”

Siswa Menyeberang dengan Rakit Bambu

Tragisnya, sejumlah siswa sekolah dasar tetap berangkat belajar dengan cara menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu. Mereka duduk di atas rakit kecil yang ditarik menggunakan tali, menantang derasnya arus Sungai Cikaengan.

“Kalau air besar kami tidak berani, tapi anak-anak tetap semangat sekolah,” kata Risma, warga setempat.

Disdik Garut: Pembelajaran Dilakukan Jemput Bola

Menanggapi kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meski jembatan putus. Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Isur Suryana menyebutkan, pihaknya telah melakukan survei ke lokasi dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terdampak.

“Kami sudah berbicara dengan pihak sekolah. Saat ini diterapkan sistem jemput bola. Jika cuaca baik dan arus aman, siswa dapat menyeberang dengan pengawasan warga. Namun jika tidak memungkinkan, guru akan mendatangi siswa langsung ke rumah,” ungkap Isur. Kamis (13 November 2025) saat dihubungi faktagarut.id

Dinas Pendidikan juga berharap kondisi ini segera pulih agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

“Kami berharap jembatan segera diperbaiki supaya anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa tanpa harus menantang bahaya,” harapnya.  (Indra R)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles