Rabu, Oktober 14, 2026
Beranda DAERAH Yudha Puja Turnawan Ajak Bupati Garut Optimalkan CSR untuk Korban Kebakaran

Yudha Puja Turnawan Ajak Bupati Garut Optimalkan CSR untuk Korban Kebakaran

Faktagarut.id | GARUT – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mendorong kolaborasi pemerintah daerah, badan usaha, dan berbagai lembaga sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu membangun kembali rumah warga yang rusak berat akibat kebakaran di Kampung Dayeuhandap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (14/10/2026).

Dorongan tersebut disampaikan Yudha saat mengunjungi keluarga korban kebakaran di wilayah RW 03, RT 04–05. Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai sekaligus meninjau kondisi rumah warga yang terdampak musibah.

Yudha hadir bersama Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Supriadi, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kelurahan Kota Kulon, Laju, serta pengurus lingkungan RW 03

Berdasarkan pendataan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, dua rumah mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat ditempati, yakni rumah milik Suhendar dan Yanto. Selain itu, tiga keluarga lainnya, yaitu keluarga Usep, Hadimah, dan Heriyanto, turut terdampak kebakaran.

Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kampung Dayeuhandap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Rabu (14/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Yudha mendorong kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha melalui program CSR, dan berbagai elemen masyarakat untuk membantu membangun kembali rumah warga yang mengalami kerusakan berat. (Foto: Faktagarut.id)

“Sebagai anggota DPRD, hari ini saya memberikan tali asih dan sembako untuk keluarga yang terdampak. Dari Dinas Ketahanan Pangan juga ada bantuan yang diberikan,” ujar Yudha di lokasi.

Yudha menilai, penanganan pascakebakaran tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan kebutuhan pokok. Upaya pemulihan perlu dilanjutkan dengan mencari solusi bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan berat pada rumah mereka.

Ia berharap Bupati Garut, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah dapat mengoordinasikan berbagai sumber bantuan, termasuk melalui program CSR perusahaan dan badan usaha yang beroperasi di Kabupaten Garut.

Sejumlah pihak yang diharapkan dapat dilibatkan di antaranya Bank BPR Garut, Bank BJB, serta pelaku usaha lainnya. Selain itu, Yudha mendorong partisipasi aparatur sipil negara (ASN), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan berbagai elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu pembangunan kembali rumah korban.

“Harapan saya, kita bisa bahu-membahu mencari solusi untuk keluarga yang rumahnya kebakaran,” ungkapnya.

Menurut Yudha, kehilangan tempat tinggal juga berarti kehilangan sebagian atau seluruh harta benda yang dimiliki keluarga korban. Karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan agar warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara layak.

Sementara itu, Plt. Kepala Kelurahan Kota Kulon, Laju, menjelaskan bahwa pendataan terhadap warga terdampak telah dilakukan sebagai dasar penanganan lebih lanjut dan pengajuan bantuan kepada pihak terkait.

Untuk keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum bisa ditempati, pihak kelurahan mengupayakan tempat tinggal sementara di rumah keluarga yang lokasinya masih berdekatan.

“Untuk sementara disediakan dulu rumah keluarga,” ujar Laju.

Langkah tersebut dilakukan agar keluarga korban tetap memiliki tempat berlindung sembari menunggu proses penanganan dan bantuan lebih lanjut.

Di tempat yang sama, Analis Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Supriadi, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah kecamatan bagi warga yang terdampak kebakaran di Kampung Dayeuhandap.

“Sehingga saat ini kita bisa bersama-sama menyalurkan bantuan kepada korban yang terdampak di wilayah Kelurahan Kota Kulon ini. Namun, biasanya kita memiliki jeda terlebih dahulu. Biasanya Dinsos terlebih dahulu, kemudian kita setelah mendapatkan data valid,” jelas Supriadi.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui proses koordinasi dan pendataan agar bantuan dapat diberikan kepada warga yang membutuhkan sesuai data yang telah diverifikasi.

Kebakaran di Kampung Dayeuhandap menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan kembali dua rumah yang mengalami kerusakan berat menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi keluarga korban.

Dorongan Yudha Puja Turnawan untuk mengoptimalkan kolaborasi CSR diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, Baznas, serta elemen masyarakat lainnya.

Sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi pemulihan tempat tinggal dan kehidupan keluarga terdampak kebakaran di Kampung Dayeuhandap, Garut. (Indra R|Fakta)

Editor : Redaksi FG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read