Rabu, September 9, 2026
Beranda DAERAH Tiang Miring dan Kabel Semrawut Mengancam Warga

Tiang Miring dan Kabel Semrawut Mengancam Warga

Faktagarut.id | GARUT — Alarm keselamatan pengguna jalan di Jalan Mandalagiri, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, kembali berbunyi. Sebuah tiang utilitas yang berdiri di sisi trotoar tampak miring ke arah badan jalan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan sewaktu-waktu roboh dan membahayakan warga. Bukan hanya posisi tiang yang menjadi persoalan. Puluhan kabel utilitas tampak semrawut dan bertumpuk di sepanjang jaringan udara, menciptakan pemandangan yang tidak hanya mengganggu estetika kawasan perkotaan, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai aspek keselamatan dan pemeliharaan infrastruktur.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Berdasarkan kondisi di lapangan, tiang yang sudah miring tersebut berada di kawasan yang cukup ramai dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Yang lebih mengusik, persoalan ini disebut bukan baru terjadi kemarin.

Keterangan foto: Tiang utilitas di Jalan Mandalagiri, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, tampak miring ke arah badan jalan dengan kondisi kabel jaringan yang terlihat semrawut. Warga meminta segera dilakukan pemeriksaan dan perbaikan demi keselamatan pengguna jalan. (Dok : Faktagarut.id)

Asep (55), warga yang kerap beraktivitas di sekitar lokasi, mengatakan kondisi tiang miring tersebut sudah berlangsung cukup lama.

“Sudah lama seperti itu, hampir dua tahun lebih. Sampai sekarang belum ada yang memperbaiki,” ujar Asep saat ditemui Faktagarut.id. Rabu (09 September 2026).

Menurut Asep, kekhawatiran warga semakin beralasan karena sebelumnya pernah terjadi tiang provider roboh di kawasan tersebut saat musim penghujan.

Pengalaman itu membuat warga tidak ingin persoalan serupa kembali terjadi, apalagi jika tiang roboh ke badan jalan dan mengenai kendaraan atau masyarakat yang sedang melintas.

Hal yang sama juga disampaikan Cecep (42) salah seorang pengendara kendaraan roda dua yang melintas, meminta pemilik jaringan tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Pemeriksaan dan perbaikan dinilai perlu dilakukan sebelum kondisi tiang semakin parah.

“Jangan sampai menunggu roboh atau ada korban dulu baru diperbaiki. Ini menyangkut keselamatan warga,” ujar cecep

Persoalan ini menjadi semakin serius karena infrastruktur tersebut berada di ruang publik, bukan di area yang hanya dapat diakses oleh pihak provider. Artinya, ketika terjadi kerusakan atau tiang roboh, risikonya bukan hanya menjadi urusan perusahaan pemilik jaringan, tetapi dapat berdampak langsung terhadap masyarakat. (Indra R|Fakta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read