Rabu, Juni 17, 2026
Beranda NASIONAL Hari Bakti PU ke-80 Disorot, Kepedulian Terhadap DAS Perkotaan Seakan Luput Dari...

Hari Bakti PU ke-80 Disorot, Kepedulian Terhadap DAS Perkotaan Seakan Luput Dari Perhatian 

Faktagarut.id || GARUT — Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Jumat (19 Desember 2025), berlangsung dengan berbagai kegiatan, di antaranya jalan sehat serta aksi bersih-bersih lingkungan kantor dan sekitarnya. Kegiatan tersebut mengusung tagline “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, dan Indonesia Maju.”

Namun demikian, sejumlah warga dan pegiat lingkungan menilai peringatan tersebut belum sepenuhnya menyentuh persoalan krusial yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya terkait kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan perkotaan yang masih dipenuhi sampah dan sedimentasi lumpur.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Pintu Air Sungai Cipeujeuh – Cimaragas, Blok Kp. Dayeuhhandap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota. Hingga saat ini, kawasan tersebut masih menghadapi persoalan pendangkalan dan penumpukan sampah yang disebabkan kurangnya kesadaran dari sebagian masyarakat, yang tentunya sangat berpotensi meningkatnya risiko banjir disaat musim hujan seperti saat ini.

Ironisnya, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian DAS justru lebih sering dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Kelompok peduli lingkungan BUDIDAS Sungai Cimaragas menilai, konsistensi kelompok BUDIDAS Cimaragas dalam menjaga sungai selama ini belum sepenuhnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR sebagai instansi teknis.

Ket Foto : Salah seorang pegiat lingkungan Kelompok BUDIDAS Sungai Cimaragas saat berjuang membersihkan tumpukan sampah dan material lumpur di area Pintu Air Saluran Cipeujeuh–Cimaragas, Kelurahan Kota Kulon, Garut. Dengan arus air berlumpur dan pijakan licin, aksi swadaya warga ini dilakukan demi mencegah pendangkalan sungai dan potensi banjir( foto: Faktagarut.id)

“Momentum Hari Bakti PU seharusnya dapat diisi dengan kegiatan yang lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pengangkatan sedimentasi terutama di area sungai Cimaragas atau pembersihan sampah di badan sungai. Selain berdampak nyata, kegiatan tersebut juga bisa menjadi edukasi publik,” ujar Hendi yang akrab disapa Mang Ebo, pengurus aktif Kelompok BUDIDAS Sungai Cimaragas, saat melakukan aksi bersih sungai di wilayah Pintu Air Sungai Cipeujeuh–Cimaragas, Blok Kp. Dayeuhhandap, Jumat (20 Desember 2025) pagi.

Hal senada disampaikan Ketua BUDIDAS Cimaragas, Sani Zulkarnain. Ia menilai, banyak program lingkungan yang lahir dari inisiatif masyarakat. Namun, ketika mulai mendapat perhatian pemerintah, tidak jarang upaya tersebut diklaim sebagai bagian dari program binaan tanpa melihat proses panjang yang telah dijalani warga secara mandiri.

“Pemerintah diharapkan hadir tidak hanya dalam kegiatan seremonial atau pencapaian prestasi, tetapi juga mendukung program masyarakat yang sudah berjalan, terutama dalam aspek pemeliharaan,” ujarnya.

Sani juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur perlu diimbangi dengan perawatan yang berkelanjutan. Tanpa pemeliharaan yang konsisten, pembangunan berisiko hanya menjadi proyek jangka pendek tanpa dampak signifikan.

“Pembangunan tanpa pemeliharaan ibarat membersihkan lantai namun membiarkan debu kembali menumpuk. Masalahnya tidak pernah benar-benar selesai,” tambahnya.

Aset Fakta Garut

DAS Cimaragas yang melintasi kawasan Blok Dayeuhhandap memiliki peran strategis sebagai saluran pengendali air menuju wilayah perkotaan, termasuk aliran sungai di sekitar kawasan Pamengkang. Tanpa penanganan serius dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, potensi banjir serta kerusakan lingkungan dinilai akan terus mengancam.

Peringatan Hari Bakti PU ke-80 diharapkan dapat menjadi momentum refleksi dan evaluasi bersama, bukan sekadar agenda tahunan. Tagline besar tentang infrastruktur berkeadilan dan kesejahteraan rakyat dinilai akan lebih bermakna apabila diwujudkan melalui langkah konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (Indra R|Fakta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read