Selasa, September 29, 2026
Beranda DAERAH Pasien RSUD dr. Slamet Membludak, DPRD Soroti Keterbatasan Bed dan Dorong Penambahan...

Pasien RSUD dr. Slamet Membludak, DPRD Soroti Keterbatasan Bed dan Dorong Penambahan Fasilitas

Faktagarut.id | GARUT — Lonjakan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut membuat kapasitas pelayanan, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), berada di bawah tekanan. Jumlah pasien yang mencapai sekitar 90 orang disebut jauh melampaui kapasitas standar IGD yang hanya tersedia 47 tempat tidur.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kabupaten Garut yang melakukan evaluasi bersama jajaran manajemen RSUD dr. Slamet, Senin (28/9/2026). Pertemuan itu membahas kepadatan pasien, keterbatasan ruang rawat inap, hingga langkah percepatan pelayanan.

Ketua Komisi IV DPRD Garut Asep Rahmat mengatakan, kepadatan pasien berdampak terhadap kenyamanan, tetapi tidak serta-merta menunjukkan penurunan kualitas pelayanan medis.

“Kapasitas yang dimiliki memang terbatas. Misalnya di UGD kapasitasnya 47 tempat tidur, namun kenyataannya pasien mencapai 90-an orang. Otomatis dampaknya ada ketidaknyamanan bagi pasien,” kata Asep.

Menurut dia, pemerintah daerah bersama manajemen rumah sakit perlu mempercepat penambahan fasilitas untuk mengimbangi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.

“Saya pastikan pelayanan tidak berkurang, cuma kenyamanan saja yang terganggu karena fasilitas yang ada sedang diusahakan dan direncanakan penambahannya,” ujarnya.

Keterangan Foto: Anggota DPRD Garut bersama jajaran manajemen RSUD dr. Slamet saat meninjau langsung fasilitas dan pelayanan rumah sakit, Senin (28/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi pelayanan serta kebutuhan peningkatan kapasitas rawat inap RSUD dr.Slamet Garut (Foto oleh : Indra R|Fakta)

Direktur RSUD dr. Slamet Garut, dr. Inge Andriani Heriawan, mengatakan peningkatan jumlah pasien tidak hanya terjadi di rumah sakit tersebut. Menurut dia, sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Garut juga menghadapi peningkatan beban pelayanan.

Di RSUD dr. Slamet, kapasitas tempat tidur yang tersedia saat ini mencapai 383 bed. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, manajemen menerapkan sejumlah strategi agar pasien tetap mendapatkan pelayanan tanpa harus menambah ruangan secara tergesa-gesa.

Salah satunya dengan menyediakan ruang transisi bagi pasien baru sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap. Di ruang tersebut, pasien tetap memperoleh terapi sesuai instruksi dokter spesialis.

Manajemen juga mempercepat waktu visit dokter pada pagi hari. Pasien yang telah dinyatakan dapat pulang diupayakan segera menyelesaikan proses kepulangan sehingga tempat tidur dapat digunakan oleh pasien berikutnya.

Selain itu, pasien yang telah dinyatakan pulang tetapi masih menunggu obat atau anggota keluarga yang menjemput akan diarahkan ke ruang transit pulang.

Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat bed turnover, atau perputaran penggunaan tempat tidur.

“Kami berusaha keras tidak menolak pasien. Menambah ruangan tidak bisa serta-merta karena harus memenuhi izin operasional dan kelengkapan sarana. Karena itu, fokus kami saat ini adalah mempercepat perputaran pasien,” kata Inge.

Anggota Komisi IV DPRD Garut Yudha Puja Turnawan menilai persoalan kapasitas rumah sakit tidak cukup diselesaikan hanya melalui pengaturan alur pasien.

Ia menyebut kebutuhan tempat tidur di Kabupaten Garut jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia. Berdasarkan data yang disampaikannya, kebutuhan ideal mencapai sekitar 2.900 tempat tidur, sedangkan RSUD dr. Slamet saat ini memiliki 383 bed.

Rencana penambahan 80 tempat tidur dari Kementerian Kesehatan, kata Yudha, akan meningkatkan kapasitas menjadi sekitar 463 bed. Namun, penambahan tersebut tetap membutuhkan kesiapan bangunan dan fasilitas pendukung.

Karena itu, Yudha mendorong pemerintah daerah melakukan intervensi melalui APBD untuk memperkuat infrastruktur dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Salah satu fasilitas yang dinilai mendesak adalah Catheterization Laboratory (Cath Lab) untuk mendukung penanganan pasien dengan penyakit jantung, termasuk tindakan pemasangan ring.

“Banyak pasien serangan jantung dari Garut yang dirujuk ke Bandung karena di sini belum ada fasilitas pemasangan ring jantung. Jika kita punya Cath Lab, pendapatan RS akan meningkat dan rujukan keluar bisa diminimalisir,” ujar Yudha.

Ia meminta pemerintah daerah mempertimbangkan pengalokasian anggaran, termasuk sumber pendanaan yang memungkinkan, untuk memenuhi kebutuhan fasilitas tersebut.

Menurut Yudha, peningkatan kapasitas fasilitas rumah sakit juga dapat memperluas ruang fiskal rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan. Dengan fasilitas dan sumber pendapatan yang lebih kuat, rumah sakit diharapkan tidak harus mengorbankan belanja obat maupun bahan medis habis pakai untuk membiayai kebutuhan pengembangan fasilitas.

Evaluasi DPRD dan manajemen RSUD dr. Slamet tidak hanya menyentuh persoalan tempat tidur dan infrastruktur. Kualitas interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien juga menjadi perhatian.

Manajemen akan mendorong pelatihan service excellent bagi tenaga kesehatan dan pegawai. Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperbaiki pola komunikasi, sikap, serta cara memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga.

Komunikasi internal antara manajemen dan tenaga kesehatan juga akan diperkuat untuk mengurangi potensi miskomunikasi dalam pelaksanaan pelayanan.

Yudha meminta masyarakat yang mengalami persoalan pelayanan menyampaikannya secara langsung kepada pihak rumah sakit agar dapat ditindaklanjuti.

Evaluasi tersebut pada akhirnya menempatkan persoalan RSUD dr. Slamet bukan sekadar pada jumlah pasien yang melebihi kapasitas, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah menyiapkan fasilitas kesehatan yang sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

Di tengah keterbatasan ruang, manajemen rumah sakit kini mengandalkan percepatan alur pasien. Namun dalam jangka panjang, penambahan kapasitas dan investasi fasilitas tetap menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah daerah. (Indra R|Fakta)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read