Faktagarut.id || GARUT — Warga RW 12 RT 02 Kampung Sukapadang, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, diliputi kekhawatiran serius akibat kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) di bantaran Sungai Cikamiri (Cimanuk) yang nyaris ambruk.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan warga, khususnya empat rumah yang berada tepat di atas struktur TPT yang mengalami kerusakan parah.
Kerusakan TPT terlihat cukup signifikan, dengan bagian dinding ambrol dan tanah penyangga longsor ke aliran sungai. Situasi semakin mengkhawatirkan mengingat debit air Sungai Cikamiri kerap meningkat dan mengalir deras saat hujan turun.
Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sukakarya, Asep Saefulloh, membenarkan kondisi tersebut dan menyampaikan bahwa warga sudah lama merasa was-was, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.
“Kondisi TPT sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini sudah terjadi longsoran dan dikhawatirkan akan ambruk total, apalagi jika debit Sungai Cikamiri kembali meningkat. Ada empat rumah warga yang terdampak langsung dan berpotensi terancam keselamatannya,” ujar Asep, kepada wartawan, Jumat (26 Desember 2025)
Menurut Asep, selain mengancam bangunan rumah warga, kerusakan TPT juga berisiko menimbulkan longsor susulan yang dapat menyeret material tanah dan bangunan ke aliran sungai. Hal ini berpotensi memperparah kondisi lingkungan dan membahayakan aktivitas warga di sekitar bantaran sungai.
Warga setempat berharap adanya penanganan cepat dan serius dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, sebelum terjadi bencana yang lebih besar. Mereka meminta agar dilakukan perbaikan dan penguatan TPT secepat mungkin guna mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil.
Sementara itu, warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras, serta menghindari aktivitas di sekitar lokasi TPT yang mengalami kerusakan. (Indra R)





