Fakidtagarut.id | GARUT — Upaya peningkatan profesionalisme tenaga kesehatan (nakes) terus menjadi perhatian serius dalam pelayanan medis, terutama di lini terdepan seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dalam konteks ini, Kepala IGD RSUD dr. Slamet Garut, Asep Tedi N.S.Kep., Ners., M.Si, mengambil langkah strategis dengan memberikan arahan dan pembekalan kepada jajaran nakes serta mahasiswa keperawatan, Senin (20 April 2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar rutinitas internal, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam memastikan setiap tenaga kesehatan memiliki kesiapan optimal, baik dari sisi kompetensi teknis maupun integritas etika profesi.
Menurut Asep Tedi, IGD memiliki karakteristik pelayanan yang berbeda dibanding unit lain. Dinamika situasi yang cepat dan penuh tekanan menuntut setiap tenaga kesehatan mampu bertindak sigap, tepat, dan terukur dalam setiap pengambilan keputusan medis.

Kepala IGD RSUD dr. Slamet Garut, Asep Tedi N.S.Kep., Ners., M.Si, memberikan arahan langsung kepada tenaga kesehatan dan staf di sebuah ruangan pelayanan, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam penanganan kegawatdaruratan serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. (Foto istimewa)
“IGD adalah garda terdepan. Ketepatan dan kecepatan menjadi kunci, tetapi tidak kalah penting adalah bagaimana etika dan komunikasi tetap dijaga dalam setiap tindakan pelayanan,” ujar Asep Tedi.
Ia menegaskan, penanganan kegawatdaruratan bukan semata persoalan keterampilan klinis. Lebih dari itu, terdapat aspek kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi, termasuk empati terhadap pasien dan keluarga dalam situasi krisis.
Di tengah meningkatnya jumlah kunjungan pasien, Asep Tedi juga mengakui bahwa kapasitas IGD kerap berada dalam kondisi padat bahkan overload. Meski demikian, pihaknya memastikan pelayanan kegawatdaruratan tetap menjadi prioritas utama.
“Seiring semakin banyaknya masyarakat yang sakit dan berkunjung ke IGD RSUD dr. Slamet, kami tetap siap mengedepankan pelayanan kegawatdaruratan. Walaupun kapasitas sudah overload, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pasien,” tegasnya.
Dalam arahannya, ia juga mendorong penguatan kolaborasi tim sebagai fondasi utama dalam pelayanan IGD. Sinergi antar tenaga kesehatan dinilai menjadi faktor krusial dalam menciptakan penanganan yang efektif dan efisien, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan medis.
Selain itu, Asep Tedi menekankan pentingnya kedisiplinan serta pengembangan kapasitas diri secara berkelanjutan. Hal ini berlaku tidak hanya bagi nakes yang telah berpengalaman, tetapi juga mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani proses pembelajaran di lapangan.
Melalui pembekalan ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan di IGD mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, sekaligus menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas tinggi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun standar pelayanan kesehatan yang unggul, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan di Instalasi Gawat Darurat. (***)









































