Faktagarut.id | GARUT — Suasana khidmat jelang Ramadan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut mendadak memanas, Jumat (13 Februari 2026). Seorang rekanan berinisial IG datang dengan emosi memuncak, memicu kegaduhan di tengah kegiatan keramasan pegawai yang tinggal menghitung hari menuju bulan suci.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, IG tiba dengan kendaraan roda empat yang langsung menyita perhatian. Mesin mobilnya digeber berulang kali. Suara knalpot bising memantul di area perkantoran, sehingga menggangu jalannya acara keagamaan tersebut.
Beberapa staf tampak keluar ruangan. Kegiatan yang semula berlangsung tenang berubah tegang. Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail, turun langsung menghampiri yang bersangkutan. Ia meminta agar IG menahan emosi dan tidak membuat keributan, mengingat instansi sedang melaksanakan kegiatan internal menyambut Ramadan.
Namun teguran itu tak langsung meredakan suasana. IG disebut tetap bersikeras menyampaikan keberatannya. Ia mempermasalahkan pembagian paket pekerjaan di lingkungan PUPR yang menurutnya harus merata.
“Kudu merata pemborong leutik, pemborong gede kudu merata,” ujarnya kepada awak media di lokasi.
Ia menegaskan, baik kontraktor kecil maupun besar harus memperoleh porsi pekerjaan secara adil.
Sejumlah pegawai menduga IG datang dalam kondisi tidak stabil lantaran terlihat dari gaya saat ia berbicara. Meski demikian, belum ada keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Insiden itu akhirnya mereda setelah dilakukan pendekatan persuasif. Tidak sampai terjadi tindakan fisik, namun peristiwa tersebut menyisakan pertanyaan tentang mekanisme distribusi paket pekerjaan dan komunikasi antara dinas dengan para rekanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Garut belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan pemerataan paket pekerjaan yang disuarakan IG. (Indra R|Fakta)





































