Rabu, Juli 8, 2026
Beranda Catatan Redaksi Catatan Redaksi: Ketika Kritik Dibungkam, Jurnalis Dicap Oposisi

Catatan Redaksi: Ketika Kritik Dibungkam, Jurnalis Dicap Oposisi

Faktagarut.id | GARUT — Di tengah dinamika pembangunan daerah dan derasnya arus informasi digital, peran jurnalis kian diuji. Kritik yang disampaikan melalui karya jurnalistik kerap disalahartikan sebagai sikap oposisi terhadap pemerintah atau pihak tertentu. Padahal, kritik berbasis data dan fakta merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang melekat pada pers.

Redaksi Fakta Garut memandang bahwa jurnalisme yang sehat tidak berdiri sebagai lawan kekuasaan, tetapi sebagai penyeimbang. Dalam sistem demokrasi, pers memiliki fungsi kontrol sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menegaskan kemerdekaan pers sebagai wujud kedaulatan rakyat.

Kritik yang disampaikan melalui pemberitaan bukanlah serangan personal, melainkan bentuk tanggung jawab profesi. Wartawan bekerja berdasarkan verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan informasi. Setiap laporan yang terbit melalui proses editorial dimaksudkan untuk menghadirkan gambaran utuh kepada publik, bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu.

Dalam praktiknya, tak jarang muncul anggapan bahwa media yang memuat kritik berarti berpihak atau berada di barisan oposisi. Persepsi ini perlu diluruskan. Kritik terhadap kebijakan publik, pelayanan masyarakat, maupun tata kelola pemerintahan adalah bagian dari upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas.

Sebaliknya, ketika media hanya memuat pujian tanpa ruang evaluasi, publik kehilangan hak untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Demokrasi justru tumbuh ketika ada ruang dialog, koreksi, dan keterbukaan.

Fakta Garut berkomitmen untuk tetap berada di jalur independen. 

Kami membuka ruang klarifikasi, hak jawab, dan koreksi sesuai ketentuan yang berlaku. Kritik kepada pemerintah daerah, lembaga, maupun pihak swasta akan selalu disertai upaya konfirmasi agar pemberitaan tetap berimbang.

Jurnalis yang kritis bukanlah oposisi. Mereka adalah bagian dari sistem demokrasi yang sehat. Selama kritik itu disampaikan dengan etika, data, dan niat memperbaiki, maka ia adalah bentuk kepedulian, bukan perlawanan.

Redaksi percaya, kepercayaan publik hanya dapat dijaga melalui integritas. Dan integritas lahir dari keberanian menyampaikan fakta, meski tak selalu nyaman didengar. (*)

Penulis : Indra R|Fakta 

Editor: Tim Redaksi

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read