Faktagarut.id | GARUT — Komunitas Catur Alun-alun Garut (KCAG) kembali menunjukkan eksistensinya di dunia percaturan dengan mengirimkan sejumlah atlet terbaik untuk ambil bagian dalam Open Tournament Catur Piala Panglima TNI yang akan digelar di Bandung.
Turnamen bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, (20 September 2026), bertempat di Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok No. 10, Kota Bandung. Kejuaraan ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp149 juta.
Antusiasme peserta disebut sangat tinggi. Bahkan, pendaftaran yang baru dibuka selama tiga hari langsung ditutup karena kuota peserta telah terpenuhi.
Open Tournament Catur Piala Panglima TNI mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari Open/Umum, TNI/Polri, Disabilitas dan Best Women, Junior SMP hingga Junior SD. Pada kategori disabilitas dan Best Women, pertandingan juga terbagi dalam kategori non-tunanetra dan tunanetra.
Founder KCAG Garut, Drs. H. Dedi Achmad Taufik, yang juga merupakan wasit catur nasional, memastikan pihaknya mengirimkan skuad terbaik untuk mengikuti turnamen tersebut.
Adapun atlet KCAG Garut yang akan turun bertanding terdiri dari:
1. Rahmat – Kategori Umum
2. Wawan – Kategori Difabel
3. Dedi Asgar – Kategori Umum
4. Yudi Syarif – Kategori Umum
5. Asep – Kategori Umum
6. Masum – Kategori Umum
7. Ibnu – Kategori Umum
8. Uwais – Kategori Junior SD
Menurut Dedi, keikutsertaan KCAG dalam turnamen tersebut tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan. Ajang berskala nasional itu diharapkan menjadi ruang bagi para atlet untuk menambah pengalaman, mengasah mental bertanding, sekaligus mengukur kemampuan menghadapi pecatur dari berbagai daerah.
“Kami berharap para atlet KCAG dapat mengambil pelajaran dan pengalaman berharga dari open turnamen ini. Selain sebagai ajang berkompetisi, pertandingan seperti ini penting untuk mengasah mental, strategi dan pengalaman para atlet,” ujar Drs. H. Dedi Achmad Taufik, Founder KCAG Garut.
Ia menambahkan, KCAG akan terus berupaya memberikan ruang kepada para pecatur muda maupun atlet yang sudah berpengalaman untuk berkembang melalui berbagai kompetisi.
Eksistensi KCAG di berbagai turnamen juga mendapat apresiasi dari Dr. H. Yusep Mulyana, SH., M.H, selaku Ketua Umum Percasi Garut.
Menurut Yusep, keberadaan KCAG di bawah kepemimpinan Dedi Achmad Taufik selama ini dinilai konsisten dalam mengikuti berbagai event catur. Keaktifan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet catur di Kabupaten Garut.
Ia berharap KCAG ke depan semakin berkembang, mampu melahirkan atlet-atlet catur profesional serta membawa nama Kabupaten Garut ke tingkat nasional maupun internasional.
Keikutsertaan delapan atlet KCAG dalam Open Tournament Catur Piala Panglima TNI pun menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan yang selama ini dilakukan.
Bagi KCAG Garut, papan catur di Bandung bukan sekadar arena perebutan gelar dan hadiah. Turnamen tersebut menjadi kesempatan untuk menguji nyali, menambah jam terbang dan membangun mental juara para pecatur Garut di tengah persaingan percaturan nasional. (***)
Editor : Indra R









































