Faktagarut.id | GARUT — Komunitas Catur Alun-Alun Garut (KCAG) kembali menorehkan prestasi di dunia percaturan. Skuad KCAG Mendunia berhasil meraih Juara I Kejuaraan Catur Beregu Toko Mas Rahayu CUP 1 2026.
Kejuaraan tersebut mempertemukan 28 regu dari berbagai daerah. Selain peserta dari Kabupaten Garut, turnamen juga diikuti sejumlah regu dari luar daerah, di antaranya Rancaekek, Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya.
Persaingan berlangsung ketat. Para peserta membawa pengalaman dan karakter permainan yang berbeda, sehingga setiap pertandingan menjadi ujian strategi, konsentrasi, serta kemampuan membaca permainan lawan.
Founder Komunitas Catur Alun-Alun Garut, Drs. H. Dedi Achmad Taufik, saat dihubungi melalui WhatsApp pribadinya, Minggu (23 Agustus 2026), mengatakan pihaknya mengirimkan tiga skuad sekaligus untuk ambil bagian dalam Toko Mas Rahayu CUP 1 2026.
Ketiga skuad tersebut yakni KCAG Mendunia, KCAG Nyuruduk, dan KCAG Hareudang. Penamaan tersebut bukan sekadar identitas, tetapi juga menggambarkan karakter permainan masing-masing tim.

KCAG Mendunia
Skuad KCAG Mendunia diperkuat tiga pemain, yakni Yudi Syarif, Dzikri, dan Jajang.
Ketiganya memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan. Mereka dinilai telah melanglang buana mengikuti sejumlah event percaturan di berbagai wilayah.
Pengalaman tersebut akhirnya terbayar di atas papan catur. Yudi Syarif, Dzikri, dan Jajang mampu membawa KCAG Mendunia melewati persaingan ketat hingga keluar sebagai Juara I Toko Mas Rahayu CUP 1 2026.
Prestasi tersebut menjadi catatan membanggakan bagi KCAG sekaligus menunjukkan kualitas para pecatur yang selama ini aktif mengembangkan komunitas catur di Garut.
KCAG Nyuruduk
Sementara itu, KCAG Nyuruduk diperkuat oleh Wawan Darmawan, Adam, dan Dedi Asgar.
Skuad ini merepresentasikan gaya permainan agresif. Para pemainnya dikenal berupaya memberikan tekanan sejak awal pertandingan dan mengambil inisiatif permainan untuk mengganggu konsentrasi lawan.
Kehadiran KCAG Nyuruduk juga menjadi bagian penting dari strategi KCAG dalam menurunkan kekuatan terbaiknya pada turnamen tersebut.
KCAG Hareudang
Adapun KCAG Hareudang diperkuat oleh Masum Hidayat, Asep, dan Riben.
Skuad ini diposisikan sebagai kuda hitam yang diharapkan mampu menghadirkan kejutan di tengah persaingan. Permainan mereka menjadi salah satu kekuatan KCAG dalam menghadapi para peserta dari berbagai daerah.
Dengan menurunkan tiga skuad sekaligus, KCAG tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para anggotanya untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan meningkatkan kemampuan.
Keberhasilan penyelenggaraan Toko Mas Rahayu CUP 1 2026 juga menjadi pijakan untuk menggelar event percaturan berikutnya.
Ketua Panitia, Aiptu Gopransah, S.Sy, anggota Polsek Kadungora, Polres Garut, menyampaikan bahwa pihaknya berencana kembali menyelenggarakan kejuaraan catur perorangan pada Oktober 2026.
Menurutnya, kejuaraan perorangan tersebut akan dikemas dengan skala yang lebih besar sehingga dapat menjadi ruang kompetisi bagi pecatur dari berbagai daerah.
Rencana itu sekaligus menunjukkan bahwa geliat olahraga catur di Kabupaten Garut terus berkembang. Turnamen tidak hanya menjadi arena untuk mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan para pecatur, mengasah kemampuan, serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet catur baru.
Bagi KCAG, kemenangan KCAG Mendunia menjadi tambahan catatan prestasi sekaligus pembuktian bahwa komunitas catur yang tumbuh dari ruang publik mampu bersaing dalam kompetisi yang mempertemukan pemain dari berbagai daerah.
Dengan pengalaman tiga skuad yang diturunkan, KCAG kini memiliki modal untuk terus mengembangkan pembinaan dan memperluas kiprahnya di berbagai kejuaraan catur.
Toko Mas Rahayu CUP 1 2026 pun bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Di balik papan catur, terdapat strategi, pengalaman, komunitas, dan semangat untuk membawa percaturan Garut melangkah lebih jauh. Pungkasnya
Penulis : Indra R
Editor : Redaksi FG








































