Faktagarut.id | GARUT — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung melalui Kepala Stasiun Garut kembali menggelar pertemuan sebagai tindak lanjut kolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Kota Wetan bersama Karang Taruna Kelurahan Kota Wetan, Jumat (03/04/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kota Wetan ini dihadiri langsung oleh Lurah Kota Wetan Wahyu Setiawan, S.E., M.A.P., Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM, jajaran pengurus Karang Taruna, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, serta para penggiat lingkungan dari Yayasan Citra Bina Bangsa (CBB) Indonesia Sekolah Gunung dan Konservasi Alam Jagawana Talaga Bodas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong penataan kawasan rel melalui pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat, dengan konsep Penataan Kawasan Rel Tematik Kampung Warna.
Lurah Kota Wetan, Wahyu Setiawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak yang terlibat dalam pertemuan tersebut.
“Kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran PT KAI, DLH, serta para penggiat lingkungan. Ini menjadi langkah awal yang sangat baik dalam membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan kawasan rel yang tertata, bersih, dan memiliki nilai estetika serta manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan kawasan rel yang tidak hanya tertib, tetapi juga memiliki konsep tematik yang mampu menggerakkan partisipasi warga.

Perwakilan PT KAI Daop 2 Bandung bersama Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut dan jajaran Karang Taruna Kelurahan Kota Wetan berdiskusi terkait rencana penataan kawasan rel tematik di Aula Kantor Kelurahan Kota Wetan, Jumat (03/04/2026). (Foto oleh : Indra R|Fakta)
Sementara itu, Kepala Stasiun Garut dari PT KAI Daop 2 Bandung, Angga, menyambut positif inisiatif yang digagas oleh Pemerintah Kelurahan Kota Wetan bersama Karang Taruna.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik gagasan kolaboratif ini. Penataan kawasan rel yang melibatkan masyarakat merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Kota Wetan, Cecep, dalam kesempatan tersebut memaparkan konsep penataan kawasan rel yang diharapkan menjadi percontohan koridor hijau di wilayah perkotaan.
“Kami memiliki gagasan agar kawasan jalur rel ini dapat dikelola menjadi koridor hijau yang tidak hanya tertib dan indah, tetapi juga memberikan manfaat ekologis serta sosial bagi masyarakat sekitar,” jelas Cecep.
Dukungan juga datang dari Sekretaris DLH Kabupaten Garut, Edi Guntoro, yang menilai inisiatif tersebut sebagai langkah positif yang lahir dari kesadaran masyarakat.
“Kami tentu menyambut baik niat Karang Taruna dan masyarakat. Upaya menjaga, merawat, dan menata lingkungan harus dimulai dari masyarakat itu sendiri, dan kami dari DLH siap memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Citra Bina Bangsa (CBB) Indonesia, Ceu Uun, yang menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendampingi program tersebut, khususnya dalam aspek edukasi lingkungan.
“Kami sangat mendukung langkah Karang Taruna Kota Wetan. Ini menjadi momentum baik untuk membangun sinergi antarwilayah, di mana kawasan hulu dan hilir dapat terhubung dalam satu gerakan bersama menjaga lingkungan,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antar komunitas dan masyarakat.
“Kami ingin berjalan bersama, menyatukan langkah dalam menjaga dan merawat ruang yang ada. Niat kami adalah menghadirkan lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, tanpa membebani, melainkan saling menguatkan,” pungkasnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, Piahak KAI, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan rel yang lebih tertata, aman, dan ramah lingkungan di wilayah perkotaan. (Indra R)




































