Faktagarut.id | GARUT – Deru arus Sungai Cikandang memecah keheningan Kampung Bolang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Minggu (1/3/2026). Seorang bocah berusia sembilan tahun dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus saat menyeberangi sungai tersebut.
Korban, Bagja bin Robi (9), pelajar asal Kampung Bolang RT 01 RW 09 Desa Tanjungjaya, hingga berita ini diturunkan belum ditemukan. Sejak pagi, aparat dan warga bergerak menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus deras saat debit air meningkat.
Jajaran Polsek Pakenjeng bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat setempat membentuk tim gabungan. Pencarian dipusatkan di sepanjang aliran Sungai Cikandang, dimulai dari titik lokasi korban diduga hanyut.
Kapolsek Pakenjeng, IPTU H. Muslih Hidayat, mengatakan penyisiran dilakukan secara manual sejak pukul 10.00 WIB. Tim menyusuri bantaran sungai hingga radius kurang lebih tiga kilometer dari titik awal kejadian.
“Pencarian kami fokuskan dari lokasi awal korban diduga terseret arus, menyisir sisi kiri dan kanan sungai. Kondisi arus cukup menantang,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi yang juga teman sebaya korban, peristiwa terjadi ketika korban mencoba menyeberangi sungai. Dugaan sementara, korban kehilangan pijakan sebelum akhirnya terbawa arus.
Koordinasi lintas unsur terus diperluas. Aparat berkomunikasi dengan Forkopimcam setempat, serta meminta dukungan dari BPBD Kabupaten Garut untuk bantuan perahu karet. Dukungan tambahan juga diupayakan dari unit pemadam kebakaran wilayah Bungbulang guna memperkuat proses pencarian dan evakuasi.
Hingga Minggu sore, korban belum berhasil ditemukan. Tim memastikan pencarian akan dilanjutkan dengan memperhitungkan kondisi cuaca dan debit air.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai. Pada musim dengan potensi peningkatan debit air, risiko kecelakaan air dinilai semakin tinggi. (***)






































