Rabu, Juli 8, 2026
Beranda NASIONAL Kurang Dari 24 Jam, Polisi Ringkus Oknum Dokter Kandungan Terduga Pelaku Pelecehan Terhadap...

Kurang Dari 24 Jam, Polisi Ringkus Oknum Dokter Kandungan Terduga Pelaku Pelecehan Terhadap Pasien di Garut

Faktagarut.id || GARUT.- Drama yang bikin netizen heboh soal dugaan pelecehan seksual oleh seorang dokter kandungan di Garut akhirnya menemui titik terang. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku berinisial MSF alias dr. M Syafril Firdaus.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, saat ini MSF sedang diamankan dan diperiksa intensif di Mapolres Garut.

“Sudah kami amankan terduga pelaku. Penangkapannya kurang dari 24 jam,” ujar AKP Joko, Selasa (15/4/2025).

Tim Reskrim masih mendalami kasus ini, mulai dari motif, kronologi, sampai kemungkinan adanya korban lain. Polisi juga memastikan proses hukum bakal dijalankan dengan profesional dan transparan.

“Mohon waktu, kita sedang lakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga,” tambah Joko.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan, juga mengonfirmasi hal yang sama. Ia menyebut, saat ini sudah ada dua korban yang melapor, dan kasus ini ditangani langsung oleh Polres Garut.

Awal Mula Kasus Mencuat
Nama MSF mendadak jadi sorotan publik usai sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksinya saat melakukan USG pada pasien. Dalam video itu, alat USG yang seharusnya fokus ke bagian perut bawah, justru terus digeser ke atas. Tangan dokter pun terlihat memegang area sensitif pasien, yang akhirnya memicu kemarahan publik.

Lokasi praktik MSF diketahui berada di kawasan Pengkolan Garut, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Pakuwon. Menurut pengakuan pengelola klinik, dr. Dewi Sri Fitriani, sebenarnya sudah ada keluhan dari pasien-pasien sebelumnya soal tindakan tidak pantas dokter tersebut.

“Ya, memang sebelumnya sudah ada keluhan dari pasien. Makanya kami pasang CCTV di ruang praktik,” ungkap Dewi.

Setelah dicek, CCTV membuktikan adanya tindakan tak pantas yang dilakukan oleh MSF. Klinik pun langsung menghentikan kerja sama dengannya. Bahkan sejak awal tahun ini, MSF sudah tidak praktik lagi, baik di klinik tersebut maupun di rumah sakit mana pun di Garut.

Dewi mengaku sangat dirugikan atas kasus ini. Ia menyayangkan aksi oknum dokter tersebut yang tidak hanya merusak nama baik klinik, tapi juga mencoreng citra profesi dokter secara keseluruhan.

“Bukan cuma klinik kami, tapi nama baik seluruh dokter di Indonesia ikut tercoreng. Padahal yang berbuat cuma satu orang,” tegasnya.

Warganet Bereaksi Keras
Di media sosial, netizen terus membanjiri tagar #JusticeForPatients dan menyerukan agar kasus ini diusut tuntas. Banyak yang minta agar pelaku dihukum maksimal, mengingat korban yang dirugikan adalah pasien yang seharusnya merasa aman dan nyaman saat berobat.

Kini, publik menanti proses hukum selanjutnya. Satu hal yang pasti, kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis harus kembali dibangun dan itu dimulai dengan keadilan yang ditegakkan tanpa pandang bulu.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read