Sabtu, Mei 23, 2026
Beranda NASIONAL Foto dan Video Paket MBG Viral di Garut, Muncul Pertanyaan soal Kelayakan...

Foto dan Video Paket MBG Viral di Garut, Muncul Pertanyaan soal Kelayakan Porsi

Faktagarut.id || GARUT. — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak justru memantik badai kritik di Kabupaten Garut. Alih-alih menghadirkan asupan bergizi seimbang, berbagai paket MBG yang diterima warga dinilai jauh dari kata layak.

Gelombang keluhan itu membanjiri Grup WhatsApp Update Berita Garut. Warga secara terbuka mengirimkan foto paket MBG yang isinya didominasi makanan ringan, susu kemasan kecil, biskuit, serta buah dengan porsi terbatas. Banyak pihak mempertanyakan, apakah menu tersebut benar-benar mampu memenuhi kebutuhan gizi, atau sekadar menggugurkan kewajiban program.

Sorotan keras datang dari aktivis Garut, Asep Nurjaman (Beo). Ia menilai kondisi ini sebagai sinyal serius adanya persoalan dalam pelaksanaan program nasional yang menyentuh hajat hidup masyarakat luas.

“Ini bukan soal selera, tapi soal substansi. Kalau isinya seperti ini, MBG berpotensi kehilangan makna. Jangan sampai program strategis ini hanya jadi kegiatan seremonial tanpa dampak nyata bagi anak-anak,” tegas Asep melalui WhatsApp. Senin (15 Desember 2025).

Ia menyebut, bukti-bukti visual yang beredar di ruang publik seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah dan pelaksana di lapangan. Menurutnya, MBG tidak boleh direduksi menjadi pembagian snack, sementara tujuan utama pemenuhan gizi terabaikan.

Keluhan warga juga mengarah pada efektivitas program. Sejumlah orang tua mempertanyakan kelayakan paket MBG untuk dikonsumsi secara berkelanjutan. Bahkan ada yang menyebut porsi tersebut. “tidak masuk akal” jika diklaim sebagai makanan bergizi yang menunjang tumbuh kembang dan konsentrasi belajar anak.

Asep mendesak adanya evaluasi total, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan, hingga pengawasan anggaran. Ia menegaskan, transparansi dan akuntabilitas harus dikedepankan agar MBG tidak mencederai kepercayaan publik.

“Kalau dibiarkan, ini bisa menciptakan preseden buruk. Program bagus, tapi rusak di level pelaksanaan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara MBG di Garut belum memberikan keterangan resmi terkait derasnya keluhan masyarakat yang terus bergulir. (Indra R)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read