Faktagarut.id | GARUT — Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kecamatan Tarogong Kidul mulai menggulirkan kegiatan silaturahmi dan integrasi program nasional yang dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di wilayah kerjanya.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang sosialisasi program pemerintah sekaligus penguatan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Camat Tarogong Kidul Ahmad Mawardi menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, unsur Forkopimcam, dunia usaha, tokoh agama, hingga masyarakat penerima manfaat program sosial.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat ukhuwah, mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyinergikan berbagai program nasional agar dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Ahmad Mawardi.
Menurutnya, kegiatan ini direncanakan berlangsung di 12 desa dan kelurahan dengan format kegiatan yang relatif seragam. Setiap lokasi menjadi tuan rumah pelaksanaan yang menghadirkan unsur pemerintah kecamatan, Polsek, Koramil, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha yang turut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial.
Pelaksanaan kegiatan dimulai pada sore hari, diawali dengan registrasi dan silaturahmi, kemudian dilanjutkan pembukaan serta tilawah Al-Qur’an. Setelah itu, kepala desa atau lurah menyampaikan sambutan, disusul pemaparan dari camat maupun unsur Forkopimcam.
Dalam setiap kegiatan juga disampaikan sosialisasi program nasional, termasuk program MBG dan berbagai program perlindungan sosial pemerintah lainnya. Selain itu, para alim ulama atau perwakilan Majelis Ulama Indonesia turut menyampaikan maklumat Ramadan yang berisi imbauan menjaga ketertiban, keamanan, serta nilai toleransi selama bulan suci.
“Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan. Karena itu, kegiatan ini juga menghadirkan tausiah singkat serta ajakan kepada masyarakat untuk menjaga suasana Ramadan yang aman, tertib, dan penuh keberkahan,” kata ia saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pribadinya. Senin (9/3/2026)
Tidak hanya berisi kegiatan seremonial, agenda tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan bagi masyarakat miskin ekstrem, baik berupa paket sembako maupun bantuan usaha mikro yang didukung oleh kolaborasi pemerintah dan dunia usaha melalui program CSR.
Dalam sesi dialog terbuka, masyarakat juga diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, pertanyaan, maupun masukan terkait berbagai program pemerintah yang berjalan di wilayah mereka.
“Forum ini sekaligus menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah. Aspirasi yang muncul akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan program ke depan,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Tarogong Kidul berharap masyarakat semakin memahami berbagai program nasional yang sedang berjalan, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dunia usaha, dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membantu memetakan data masyarakat miskin ekstrem secara lebih akurat serta membangun komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan selama bulan Ramadan.
Saat ini, kegiatan safari Ramadan tersebut telah mulai dilaksanakan di beberapa desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, dan akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah yang direncanakan selesai dikunjungi. Ungkapnya. (***)




































