FAKTA GARUT. — Kondisi jaring kabel utilitas di sejumlah ruas jalan kota masih memprihatinkan. Kabel-kabel provider internet, telekomunikasi, dan listrik terlihat semrawut, bergelantungan di tiang-tiang jalan tanpa kerapihan dan terkadang membahayakan pengguna jalan.
Menurut pantauan tim redaksi Media Faktagarut.id//Garut24.com saat melakukan investigasi dilapangan, ada beberapa perusahaan penyedia layanan utilitas yang diduga melakukan pemasangannya asal-asalan tanpa koordinasi atau melibatkan pemerintah setempat. Sehingga banyak sejumlah kabel dibiarkan menjuntai ke jalan, yang tentunya Berpotensi terjadinya kecelakaan.
Kondisi saat ini pada jaringan utilitas (kabel telekomunikasi, listrik, dan lainnya di Jalan Provinsi dan Kabupaten/Kota masih semrawut dan saling tumpang tindih, bahkan seolah pihak perusahaan penyedia utilitas atau vendor dari berbagai provider sengaja mengabaikan pemeliharaannya setelah melakukan pemasangan.
Kondisi tersebut tentunya selain mengurangi keindahan tata kota, juga akan berdampak pada efisiensi pembangunan.
Seperti halnya di wilayah jalan protokol perkotaan garut ataupun di kota bandung, nampak terlihat kesembrautan kabel utilitas yang menjulur ke pagar-pagar perkantoran baik kantor pemerintahan ataupun swasta yang menjadikan estetika jalan dipusat kota terlihat kumuh.
“ Kami sudah melayangkan surat resmi Mudah-mudahan Diskominfo Provinsi Jawa Barat, bisa berkolaborasi dengan dinas PUPR Provinsi Jawa Barat dan Satpol PP dapat melakukan penertiban,” ujar Pimpinan redaksi Media Fakta Garut, Indra Ramdani, Kamis (26/6) siang.
Kata ia, pihaknya tidak akan bosan untuk terus menyuarakan dan menyikapi perusahaan-perusahaan nakal yang memasang jaringan utilitas tanpa memperhatikan estetika dan keamanan kota.
“Ini bukan hanya soal penataan, tapi juga soal keselamatan warga,” tegasnya.
Pihaknya berharap, pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar bisa berkolaborasi untuk menertibkan vendor-vendor nakal, serta menerapkan aturan yang jelas terkait pemasangan jaringan utilitas di ruang publik. (Red/***)






































