Faktagarut.id | BANDUNG — Keterbatasan fisik kerap dipandang sebagai penghalang. Namun bagi Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, hal tersebut justru menjadi titik awal untuk bangkit dan memberi dampak.
Sebagai perempuan penyandang disabilitas, Ibu Irma membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari perjuangan. Ia memilih untuk terus bergerak, produktif, dan berdaya, sekaligus menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Melalui program PNM Mekaar, Ibu Irma mendapatkan akses pemberdayaan yang membuka ruang baginya untuk mengembangkan potensi. Tak hanya itu, ia juga aktif membagikan ilmu, pengalaman, serta semangat kepada sesama penyandang disabilitas di sekitar tempat tinggalnya.
Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Perjalanan yang ditempuh tentu tidak mudah. Namun, keteguhan hati Ibu Irma menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Walaupun banyak keterbatasan, kita harus tetap kuat dan setara dengan yang lain. Jangan bergantung pada belas kasihan. Kita harus mandiri, percaya diri, dan terus berusaha. Jangan hanya diam di rumah, kita harus membuktikan bahwa kita mampu,” ujar Ibu Irma. (25/3/2026).
Dampak dari semangat tersebut dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar. Salah satunya oleh Ibu Iis, penyandang disabilitas yang mendapatkan pendampingan dari Ibu Irma.
“Saya sangat bahagia diperhatikan oleh Bu Irma. Saya merasa lebih berarti dan lebih percaya diri,” ungkap Iis.
Dukungan terhadap pemberdayaan ini juga ditegaskan oleh Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary. Ia menyebut, kisah Ibu Irma merupakan cerminan nyata komitmen PNM dalam membuka akses usaha yang setara bagi perempuan prasejahtera.
“Kisah Ibu Irma menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga meluas menjadi kebermanfaatan sosial di lingkungan. Ini sejalan dengan semangat PNM: Tumbuh, Peduli, dan Menginspirasi,” jelas Dodot.
PNM terus berupaya menghadirkan pendampingan usaha, pelatihan, serta akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera, termasuk penyandang disabilitas. Tujuannya adalah menciptakan peluang yang adil dan berkelanjutan bagi semua.
Kisah Ibu Irma menjadi bukti bahwa semangat dan keberanian mampu menembus batas keterbatasan. Lebih dari sekadar bertahan, ia berhasil menumbuhkan harapan dan kepercayaan diri bagi banyak orang di sekitarnya. (***)






































