Sabtu, Juli 4, 2026
Beranda Berita Program ATENSI Dorong Pendekatan Terpadu untuk Penanganan Warga Rentan di Garut

Program ATENSI Dorong Pendekatan Terpadu untuk Penanganan Warga Rentan di Garut

Faktagarut.id | GARUT — Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dijalankan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia mengedepankan pendekatan terpadu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan.

Koordinator Pendamping Kecamatan Garut kota, Yusep Saeful Anwar, didampingi kasi kesra kecamatan Ayi Fiermansyah,S.IP,M.Si, menjelaskan bahwa ATENSI tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mencakup aspek rehabilitasi sosial dan pemberdayaan.

“Program ini dirancang agar penerima manfaat tidak hanya terbantu secara sesaat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mandiri dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Yusep, pendekatan ATENSI meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, layanan dukungan psikososial, serta penguatan kapasitas individu maupun keluarga. Dengan demikian, intervensi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Terkait penentuan daerah prioritas, ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat menggunakan sejumlah indikator, seperti tingkat kemiskinan, kerentanan sosial, serta hasil pemutakhiran data di lapangan.

Kabupaten Garut menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masih terdapat kelompok masyarakat yang memerlukan intervensi sosial.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa alokasi bantuan bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di suatu daerah, terutama apabila didukung oleh data yang akurat dan terverifikasi.

Dalam pelaksanaannya, koordinasi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia dan pemerintah daerah dilakukan secara berjenjang, mulai dari dinas sosial kabupaten, pemerintah desa, hingga pendamping di tingkat kecamatan.

“Kolaborasi ini penting agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya. Minggu (29/03/2026) siang.

Terkait potensi ketidaktepatan sasaran, Yusep menegaskan bahwa tersedia mekanisme evaluasi melalui proses verifikasi dan validasi ulang data penerima manfaat. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

“Setiap laporan akan ditindaklanjuti. Jika terbukti tidak tepat sasaran, data penerima akan diperbaiki agar bantuan dapat dialihkan kepada yang lebih berhak,” ujarnya.

Ia berharap melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, program ATENSI dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. (Indra R) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read