Selasa, Mei 19, 2026
Beranda DAERAH Antisipasi Sampah Lebaran, DLH Garut Kebut Operasi Dozer di TPA

Antisipasi Sampah Lebaran, DLH Garut Kebut Operasi Dozer di TPA

Faktagarut.id | GARUT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut terus melakukan langkah antisipatif menghadapi lonjakan volume sampah menjelang Idul Fitri. Salah satunya dengan menambah jam operasional alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga waktu magrib.

Kepala DLH Kabupaten Garut, H.Jujun, mengungkapkan bahwa saat ini antrean kendaraan pengangkut sampah di TPA bisa mencapai satu jam. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihaknya agar tidak menghambat proses pembuangan dan pengelolaan sampah.

“Sekarang rata-rata mereka harus menunggu sekitar satu jam untuk bisa membuang sampah di TPA. Mudah-mudahan dengan adanya alat baru ini bisa diantisipasi, ditambah jam lembur operator agar operasional bisa sampai magrib,” ujar H.Jujun dalam wawancara langsung. Rabu (18/3/2026).

Ia menegaskan, para operator alat berat bahkan dituntut bekerja melebihi jam kerja normal demi memastikan sampah dapat tertangani dengan baik, terutama di tengah momentum puasa dan menjelang Lebaran.

“Operator kami tidak mengenal waktu. Harusnya jam kerja sampai siang, tapi ini didorong sampai sore bahkan magrib agar pelayanan tetap berjalan maksimal,” tambahnya.

Selain optimalisasi operasional di TPA, DLH Garut juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi beban sampah, khususnya dengan melakukan pemilahan sejak dari rumah.

Menurut ia, sampah organik sebaiknya tidak langsung dibuang ke TPA, melainkan dapat diolah secara mandiri menggunakan metode biopori.

“Biasakan pemilahan dari rumah. Sampah organik bisa dimasukkan ke biopori, minimal enam titik. Nanti bergulir, yang satu penuh pindah ke titik berikutnya. Jadi tidak semuanya dibuang ke TPA,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin masyarakat dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. DLH Garut menetapkan jam buang sampah mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB agar proses pengangkutan berjalan efektif.

“Jangan buang sampah sembarangan di pinggir jalan atau depan gang. Buanglah di tempat yang sudah disediakan, dikemas dengan baik agar tidak berserakan,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik dengan membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas, sebagai upaya menekan volume sampah residu.

Di sisi lain, DLH Garut juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi pencemaran lingkungan, termasuk dari aktivitas pemotongan hewan ilegal. Pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi, salah satunya di wilayah Margawati.

“Kami menemukan pemotongan hewan liar yang limbahnya tidak terkelola dengan baik. Untuk sementara kami hentikan sampai mereka mengurus izin dan diarahkan ke RPH resmi di Ciawi tali,” ungkapnya.

DLH juga terus melakukan monitoring lapangan sekaligus edukasi kepada masyarakat melalui pengurus wilayah seperti RW, termasuk memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan.

Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Kabupaten Garut sebagai daerah tujuan mudik dan wisata saat Lebaran.

“Kalau Garut tidak bersih, tentu akan mengurangi daya tarik wisata. Padahal saat Lebaran banyak pemudik dan wisatawan datang,” pungkasnya. (Indra R)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read