Rabu, Juni 17, 2026
Beranda NASIONAL Lapas Garut Raih Peringkat Pertama Pengembangan UMKM, Jadi Sorotan Positif Jawa Barat

Lapas Garut Raih Peringkat Pertama Pengembangan UMKM, Jadi Sorotan Positif Jawa Barat

Faktagarut.id || BANDUNG. – Pada kegiatan tasyakuran Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025 yang digelar di Aula LPKA Bandung, Lapas Kelas IIA Garut kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Lapas Garut meraih peringkat pertama sebagai Unit Pelaksana Teknis paling aktif dalam pengembangan UMKM di lingkungan Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi pengakuan penting atas ekosistem UMKM yang berkembang pesat di Lapas Garut dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai unit usaha seperti produk coir shade, kopi Kayana, roti dan bakery, batik, serta beragam karya kreatif warga binaan, kini bukan hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian, tetapi juga terhubung dengan pasar yang lebih luas, termasuk jejaring UMKM di masyarakat.

Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dan warga binaan.

“Penghargaan ini bukan hanya milik Lapas Garut, tetapi milik seluruh warga binaan dan petugas yang setiap hari membangun UMKM dari balik tembok. Kami ingin membuktikan bahwa Lapas bisa menjadi ruang tumbuhnya pelaku usaha baru, bukan sekadar tempat menjalani pidana,” ujarnya, Rabu (19 November 2025).

Sejalan dengan Kunjungan Menteri UMKM RI

Capaian ini sekaligus memperkuat momentum positif setelah kunjungan Menteri UMKM RI ke Lapas Garut beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Menteri UMKM menyampaikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem pembinaan kemandirian yang terintegrasi dengan UMKM, mulai dari pelatihan, produksi, pengemasan, hingga akses pasar termasuk peluang ekspor.

Menteri UMKM bahkan menegaskan bahwa model pembinaan UMKM Lapas Garut layak menjadi role model nasional, terutama dalam hal pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, dan pembukaan akses pemasaran. Penghargaan yang diterima hari ini menjadi bukti bahwa apresiasi tersebut bukan sekadar simbolik, tetapi juga berbanding lurus dengan peningkatan kinerja dan konsistensi program.

Rusdedy menambahkan bahwa kunjungan tersebut memberikan energi baru bagi seluruh jajaran.

“Kunjungan Bapak Menteri menjadi penyemangat besar bagi kami. Dengan anugerah ini, kami merasa bahwa apa yang kami kerjakan sudah berada di jalur yang benar dan perlu terus diperluas, termasuk melalui skema koperasi sosial dan kemitraan dengan UMKM di luar Lapas.”

UMKM Lapas Garut: Dari Pembinaan ke Akses Pasar

Program UMKM di Lapas Garut dirancang selaras dengan Asta Cita Presiden serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam bidang kemandirian, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui berbagai pelatihan teknis, pendampingan manajemen usaha, hingga penguatan jaringan pemasaran, warga binaan diarahkan agar mampu Memiliki keterampilan usaha yang terukur. Membangun mentalitas wirausaha yang jujur dan bertanggung jawab, Serta terhubung dengan ekosistem UMKM sehingga setelah bebas dapat mandiri dan tidak kembali pada pola hidup lama.

“Kami ingin setiap produk warga binaan membawa pesan bahwa dari Lapas pun dapat lahir karya berkualitas dan berdaya saing. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa tugas kami belum selesai. Justru kami harus lebih serius memperkuat UMKM sebagai instrumen menurunkan residivisme,” tutup Rusdedy.

Dengan diraihnya penghargaan bergengsi ini, Lapas Kelas IIA Garut semakin menegaskan komitmennya menjadi Lapas produktif dan inklusif—bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga melahirkan wirausahawan baru yang siap berkontribusi bagi ekonomi daerah dan nasional. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read