Kamis, April 16, 2026
Beranda Berita Pemkab Garut Mantapkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting 2025

Pemkab Garut Mantapkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting 2025

Faktagarut.id || GARUT.- Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia yang sehat adalah kunci utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pemantauan Program Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (25/4/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Syakur menyebutkan bahwa masalah stunting masih menjadi tantangan serius, khususnya di Kabupaten Garut. Ia meminta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih aktif dan maksimal dalam menyusun langkah serta kebijakan strategis guna menekan angka stunting di wilayahnya.

“Saya ingin seluruh SKPD bisa lebih fokus dalam menyelesaikan persoalan ini dan menjadikan hasil pemantauan serta diskusi hari ini sebagai bahan kebijakan ke depan,” tegas Syakur.

Bupati juga menekankan pentingnya target yang jelas dan strategi yang terukur dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Evaluasi berkala terhadap program yang sudah berjalan, kata Syakur, menjadi hal penting agar langkah-langkah selanjutnya bisa lebih efektif dan tepat sasaran.

Tak hanya itu, tingginya angka kelahiran di Garut yang mencapai sekitar 50 ribu jiwa per tahun turut menjadi perhatian. Oleh sebab itu, deteksi dini stunting di tingkat desa dinilai sebagai langkah strategis yang tak bisa ditunda.

“Garut ini setiap tahun ada sekitar 50 ribu kelahiran, dan itu harus terdeteksi dari awal. Kita punya 442 desa, jadi jumlah itu insyaallah bisa kita kelola dengan baik,” ungkapnya optimistis.

Di kesempatan yang sama, Bupati Syakur berharap ada dukungan serta masukan strategis dari berbagai pihak, termasuk dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia, agar langkah yang diambil bisa semakin tepat dan berdampak nyata.

Sementara itu, Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Setwapres RI, Siti Alfiah, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan selama tim kami melakukan pemantauan di lapangan, berdiskusi dengan OPD, hingga bertemu langsung dengan masyarakat,” ujar Siti.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu publikasi hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan, yang dijadwalkan rilis awal Mei mendatang. Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan terbaru untuk mengetahui angka prevalensi stunting, termasuk di Kabupaten Garut.

Menurut Siti, percepatan penurunan angka stunting menjadi prioritas nasional yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

“Kita menargetkan angka stunting turun menjadi 14,2% pada tahun 2029, dan semoga bisa mencapai 5% di tahun 2045 sesuai RPJPN,” tutupnya. (***)

Laporan ini bersumber dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Garut di : https://www.garutkab.go.id

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read