Faktagarut.id || GARUT.- Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu pintu utama atau garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat selama 24 jam.
Namun keterbatasan fasilitas di IGD seringkali menjadi hambatan. Bagi pasien yang datang untuk berobat dan tidak sedikit pasien yang datang seringkali mengalami penolakan, bahkan hal itu terjadi di RSUD dr Slamet Garut.
Seperti kita ketahui, sedangkan kondisi gawat darurat dalam Permenkes No 47/2018 Pasal 1 ayat 3 tentang Pelayanan Gawat Darurat diartikan sebagai keadaan klinis yang membutuhkan tindakan medis sesegera mungkin untuk penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan.

Menanggapi hal itu, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr.Slamet Garut, Asep Tedi menyampaikan. Kondisi pasien hari ini di IDG RSUD dr Slamet Garut cukup membludak bahkan pihaknya tetap berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan agar lebih maksimal.
“ Hari ini kapasitas di IGD memang penuh, yang seharusnya 4 Bed orang saat ini mencapai 8 Bed, sehingga ketersediaan bahkan ruang rawat inap IGD pun penuh, yang seharusnya 14 Pasien saat ini hampir diisi 27 pasien,” ujar Asep Tedi kepada wartawan. Selasa (08 April 2025) siang.
Kata ia, meski kondisi demikian. Saat ini pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) terus lebih memaksimalkan untuk pelayanan terhadap masyarakat Garut.
“ Untuk IGD tentunya kita terus meningkatkan performa dan mengoptimalkan pelayanan semaksimal mungkin. Sikap sopan santun dan kecepatan respon kegawatan terhadap pasien akan terus lebih ditingkatkan. Namun hal itu tentunya perlu waktu,” kata Asep Tedi yang saat ini menjabat Kepala IGD di RSUD dr Slamet Garut. Ungkapnya (Indra R)
Editor : YF








































