Faktagarut.id || GARUT.- Pernyataan seorang anggota DPR yang sempat menyinggung fenomena relawan viral kembali menuai kritik keras dari berbagai pihak, termasuk dari Ketua Pemuda Akhir Zaman, Abah Muda. Dalam sebuah video yang beredar, legislator tersebut menyinggung narasi publik yang dinilainya dipengaruhi oleh sosok-sosok viral yang berhasil menghimpun donasi dalam jumlah besar.
Salah satu sindiran yang dikaitkan dalam pemberitaan adalah terhadap sosok influencer Ferry Irwandi, yang belakangan ramai diperbincangkan karena mampu mengumpulkan donasi lebih dari Rp10 miliar hanya dalam sehari.
Dalam pernyataannya, sang legislator meminta agar para relawan “jangan sok paling-paling” di lokasi bencana. Ucapan itu langsung menimbulkan reaksi keras, terutama dari kelompok yang aktif bekerja di lapangan untuk membantu korban terdampak.
Abah Muda, sebagai Ketua Pemuda Akhir Zaman, menyayangkan keras pernyataan tersebut. Menurutnya, relawan adalah pihak yang turun langsung membawa tenaga, waktu, dan sumber daya demi kemanusiaan, sehingga seharusnya mendapatkan apresiasi, bukan sindiran.
“Saya tidak tahu pernyataan itu ditujukan kepada siapa. Tapi walaupun seseorang hanya datang membawa satu hati dan mendirikan satu posko saja, itu sudah luar biasa dibandingkan tidak bergerak sama sekali,” tegas Abah Muda. Kepada faktagarut.id melalui pesan WhatsApp Pribadinya. Selasa (9 Desember 2025).
Ia menekankan bahwa seorang wakil rakyat seharusnya lebih fokus memberikan kritik kepada pihak yang diduga merusak alam hingga memicu bencana, bukan justru menyudutkan relawan yang sedang bekerja membantu masyarakat.
“Bukannya mengomentari para relawan yang sedang bertugas. Komentar seperti itu justru bisa memecah belah antara pemerintah dan relawan kemanusiaan,” ujarnya.
Abah Muda juga meminta para anggota dewan untuk lebih berhati-hati saat membuat pernyataan di ruang publik.
“Kalau mau buat statemen, buatlah yang menyejukkan. Jangan malah menambah panas suasana. Sebenarnya Anda itu mewakili rakyat atau mewakili siapa?” tutupnya.
Sementara itu, pernyataan legislator tersebut terus menuai beragam reaksi di media sosial, terutama setelah pemberitaan mengenai sindirannya terhadap penggalang dana viral turut tersebar luas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan terkait kritik dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan relawan. (Indra R)





































