Jumat, Juni 12, 2026
Beranda NASIONAL Pemkab Dorong Kontrasepsi Jangka Panjang untuk Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Pemkab Dorong Kontrasepsi Jangka Panjang untuk Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Faktagarut.id || GARUT. — Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) terus memperkuat upaya pengendalian pertumbuhan penduduk sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat. Pada kegiatan pelayanan KB serentak yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Garut, Bupati Garut Syukur Amin memberikan apresiasi kepada warga yang mulai berani memilih kontrasepsi jangka panjang, termasuk Metode Operasi Pria (MOP).

Bupati menuturkan bahwa laju pertumbuhan penduduk Garut masih mencatatkan tren meningkat, salah satunya dipengaruhi oleh angka kelahiran per perempuan yang berada di angka 2,2.

“Setelah kita cek, ternyata angka kelahiran per orangnya di Garut itu 2,2. Artinya satu pasangan memiliki lebih dari dua anak. Jika ini berlanjut, pertumbuhan penduduk akan terus naik,” ujar Bupati usai kegiatan bakti sosial KB MOP, IUD, dan implan di Klinik Aster IPKB Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang menuntut pemerintah menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih optimal. Karena itu, pengendalian kuantitas penduduk dinilai penting agar kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.

“Kita akan terus melakukan berbagai langkah untuk menyadarkan masyarakat, meningkatkan kemauan pasangan usia subur agar secara mandiri mengikuti program keluarga berencana,” ucapnya.

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, menjelaskan bahwa pelayanan KB serentak yang digelar merupakan bentuk bakti sosial sekaligus respons terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya ber-KB.

“Alhamdulillah, animo masyarakat untuk ber-KB sekarang sudah meningkat. Kami mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui pelayanan KB. Saat ini tersedia jenis kontrasepsi IUD, implan, dan MOP,” ujar Yayan, didampingi Kabid KB Irna Susanti.

Ia menyebutkan, peserta MOP masih relatif rendah karena pilihan kontrasepsi bagi pria memang terbatas. “Untuk pria hanya ada kondom dan MOP, sementara perempuan punya banyak opsi seperti pil, suntik, implan, dan IUD,” terangnya.

Lebih lanjut, Yayan menegaskan bahwa layanan kontrasepsi menjadi kunci pengendalian pertumbuhan penduduk. “Laju pertumbuhan bisa ditekan melalui pengaturan kelahiran. Dan itu hanya bisa dicapai bila layanan kontrasepsi tersedia dan dimanfaatkan. Jika tidak, kita bisa kehilangan kendali,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut tercatat 30 peserta layanan KB dari berbagai kecamatan, dengan peserta termuda berusia 33 tahun. Selain itu, terdapat 58 akseptor IUD dan implan dari Kecamatan Tarogong Kidul.

Pelayanan KB ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat. Termasuk pria, dalam program keluarga berencana, demi mewujudkan masa depan Garut yang lebih sehat dan berkualitas. (Indra R/***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read