Kamis, Juni 11, 2026
Beranda NASIONAL Pelantikan 59 Pejabat Eselon II DKI Jakarta Dipimpin Gubernur Pramono Anung di...

Pelantikan 59 Pejabat Eselon II DKI Jakarta Dipimpin Gubernur Pramono Anung di Balai Kota



FAKTAGARUT.ID (JAKARTA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 59 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Rabu (7/5/2025) di Balai Agung, Balai Kota Jakarta. Pelantikan tersebut berdasarkan sejumlah surat keputusan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), DPRD DKI Jakarta, Kementerian Dalam Negeri, serta Keputusan Gubernur DKI Nomor 385 Tahun 2025.

Pengisian jabatan ini bertujuan memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Proses seleksi melibatkan BKN dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Namun, di balik pelantikan ini, muncul dugaan skandal yang menyeret salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan berinisial IM, serta Sekda DKI Jakarta berinisial MM. Keduanya disebut berkolaborasi meloloskan sekitar 20 orang dari total 59 pejabat yang dilantik.

Menurut seorang ASN Pemprov DKI berinisial SW, informasi tersebut diperoleh dari empat anggota DPRD DKI dari PDIP, masing-masing berinisial IDM, PN, PS, dan MS. SW mengungkapkan, IM disebut bertindak atas arahan kekasihnya berinisial DDY, dengan operator lapangan berinisial HMT.

IM bersama DDY dan HMT diduga mengatur penempatan pejabat eselon II untuk mempermudah pengaturan proyek. Bahkan, IM kerap memanggil kepala dinas, direktur utama BUMD, hingga kontraktor ke ruang kerjanya untuk membahas proyek.

Nama staf Gubernur DKI berinisial UDN dan WSN juga disebut sering terlihat bersama HMT menemui Sekda MM. Lebih jauh, IM disebut memiliki “backup” dari pimpinan KPK periode saat ini untuk menekan Sekda, kepala dinas, dan pimpinan BUMD agar menuruti permintaannya.

SW mengingatkan Gubernur Pramono Anung agar mewaspadai pelantikan pejabat eselon III dan IV berikutnya. “Mereka sudah pasang kuda-kuda untuk menempatkan orang-orangnya, terutama di jabatan camat, lurah, dan dinas teknis,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari IM maupun Sekda DKI Marullah Matali terkait dugaan ini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read