Faktagarut.id || GARUT — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali menunjukkan perannya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Di Kampung Dayeuhhandap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, sejumlah warga kini dapat menempati rumah yang lebih layak setelah menerima bantuan pemerintah tersebut.
Salah satu penerima manfaat adalah Koko (55), warga RT 05 RW 03 Kampung Dayeuhhandap. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang memadai kini telah diperbaiki sehingga lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.
“Dengan adanya program BSPS ini, kami benar-benar merasakan manfaatnya. Rumah kami sekarang jauh lebih layak,” kata Koko saat ditemui di kediamannya. Senin (5 Januari 2026) kemarin.
Koko juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Garut, H. Iman Alirahman, yang dinilainya turut mendorong terealisasinya bantuan tersebut di wilayahnya.
“Terima kasih kepada pemerintah, para pelaksana program, serta Bapak Haji Iman Alirahman, Pak Ade Ginanjar dan juga pemangku kebijakan lainnya yang telah mendorong program ini sehingga bisa kami rasakan langsung,” ujarnya.
Program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memperbaiki kondisi rumahnya secara swadaya. Bantuan ini difokuskan pada peningkatan kualitas bangunan agar memenuhi standar kelayakan, kesehatan, dan keselamatan.
Manfaat program tersebut juga dirasakan oleh warga lainnya di wilayah Kp. Sukadana. Sejumlah penerima bantuan mengaku kondisi rumah mereka kini lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, kami juga bersyukur mendapatkan bantuan ini. Rumah sekarang lebih nyaman untuk ditinggali,” ujar salah seorang warga penerima BSPS.
Melalui program BSPS, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat dapat meningkat seiring dengan tersedianya hunian yang layak. Warga pun berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah perkotaan dan permukiman padat penduduk.
Keterangan Anggota DPRD/DPR RI
Anggota DPRD Kabupaten Garut, H. Iman Alirahman, menyampaikan bahwa realisasi Program BSPS di wilayah Kelurahan Kota Kulon merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang diserap saat kegiatan reses.
Menurutnya, dalam reses di Daerah Pemilihan (Dapil) III, persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang banyak disampaikan warga.
“Program BSPS ini merupakan bagian dari hasil penyerapan aspirasi masyarakat saat reses. Kami mencatat langsung keluhan warga terkait kondisi rumah yang belum layak huni, sehingga hal ini kami dorong agar bisa ditindaklanjuti melalui program pemerintah,” ujar H. Iman Alirahman.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal agar program bantuan perumahan dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Hal senada disampaikan Anggota DPR RI Ade Ginanjar, S.Sos. Ia mengatakan bahwa program BSPS menjadi salah satu instrumen penting pemerintah pusat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.
“Melalui reses, kami turun langsung ke masyarakat untuk mendengar kebutuhan mereka. Salah satu yang paling mendasar adalah rumah layak huni. Oleh karena itu, kami mendorong program BSPS agar bisa menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan,” kata Ade Ginanjar.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Euis Ida Wartiah, M.Si, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah sangat penting agar program-program bantuan sosial, termasuk BSPS, dapat berjalan optimal.
“Kami berharap kolaborasi lintas lembaga ini terus diperkuat. Dengan sinergi yang baik, aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses dapat direalisasikan dalam bentuk program nyata, seperti BSPS ini,” ujarnya.
Ketiganya berharap, ke depan program BSPS dan bantuan perumahan lainnya dapat terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan dan permukiman padat penduduk. (Indra R)





