25.5 C
Garut
Selasa, Januari 27, 2026

PNM Membawa ESG ke Akar Rumput, Memberdayakan Ibu Pelaku Usaha Ultra Mikro

Faktagarut.id | JAKARTA. — Konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) kian menguat sebagai pendekatan penting dalam praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia. ESG kini menjadi salah satu indikator utama dalam menilai keberlanjutan perusahaan, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Data hingga Desember 2024 mencatat sekitar 94 persen perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia telah menerbitkan sustainability report sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, tata kelola, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Hal ini mencerminkan pergeseran paradigma dunia usaha yang semakin menempatkan ESG sebagai alat ukur kinerja jangka panjang. Di tingkat nasional, penguatan pelaporan keberlanjutan juga didorong melalui kebijakan regulator dan otoritas pasar modal. Bursa Efek Indonesia, misalnya, meluncurkan modul ESG Reporting untuk meningkatkan transparansi dan akurasi data ESG sekaligus mendukung investor dalam pengambilan keputusan berbasis kinerja non-finansial.

Semangat ESG tersebut turut diimplementasikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan pendekatan yang menyentuh langsung masyarakat. PNM menerapkan tiga pilar keberlanjutan, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan, sebagai fondasi program pemberdayaan masyarakat di sektor ultra mikro.

Hingga November 2025, PNM tercatat telah menjangkau lebih dari 228 ribu penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan. Sejumlah inisiatif seperti Ruang Pintar, PNM Scholarship, dan Madani Vokasi Academy (MVA) menunjukkan nilai Social Return on Investment (SROI) yang signifikan.

Madani Vokasi Academy, misalnya, mencatat nilai SROI sebesar 2,51. Artinya, setiap satu rupiah investasi sosial yang dikeluarkan mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial lebih dari dua kali lipat bagi masyarakat penerima manfaat.

Komitmen PNM dalam mengintegrasikan prinsip ESG juga tercermin melalui berbagai penghargaan yang diraih, di antaranya pada ajang Indonesia Sustainability Awards dengan kategori The Best Company for The Community Empowerment Programme dan The Best Company for Comprehensive ESG Implementation Practices.

Keberlanjutan yang dijalankan PNM dirasakan langsung oleh para nasabahnya. Salah satunya Aan Andasari, nasabah PNM Mekaar di Bekasi, yang memanfaatkan limbah jeans menjadi produk kreatif bernilai jual sekaligus memberdayakan anak-anak pemulung di lingkungan sekitarnya.

“Saya mengedukasi anak-anak pemulung untuk berkreasi dari sisa bahan jeans yang sering mereka temukan. Dengan sedikit keterampilan dan semangat, kini mereka bisa menghasilkan uang dari barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna,” ujar Aan dalam keterangan resmi, Selasa (30/12/2025).

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa program ESG yang dijalankan diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Melalui program ESG, para ibu tidak hanya berperan dalam menjaga lingkungan, tetapi juga turut memberdayakan komunitas di sekitarnya guna mendukung keberlanjutan jangka panjang,” ujar Dodot.

Melalui tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM terus mengembangkan pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan dengan menempatkan kebutuhan masyarakat serta kelestarian lingkungan sebagai fokus utama layanan. (Tim/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles