Faktagarut.id || GARUT – Di tengah percepatan era digitalisasi yang merambah ke segala lini kehidupan, kesiapan masyarakat dalam mengelola keuangan menjadi kunci utama kesejahteraan. Menyadari hal tersebut, Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Imas Aan Ubudiah, S.Pd.I., M.H., kembali turun ke daerah pemilihan untuk memperkuat pondasi ekonomi masyarakat melalui sosialisasi strategis bertajuk “Go Digital, Go Financial Wujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sampireun, Garut, pada Selasa (26/12/2025) ini merupakan buah sinergi antara Komisi VI DPR RI dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku mitra BUMN. Yayasan Ubudiah Ma’soem (YUMA) bertindak sebagai pelaksana kegiatan, memastikan acara berjalan lancar dan tepat sasaran dengan menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku usaha mikro, tokoh pemuda, hingga ibu rumah tangga.
Dalam paparan kuncinya (Keynote Speech), Hj. Imas Aan Ubudiah yang akrab disapa Teh Imas menegaskan, posisinya sebagai jembatan antara kebutuhan rakyat dan kebijakan pemerintah pusat. Ia menyoroti bahwa inklusi keuangan adalah hak setiap warga negara, namun seringkali terkendala oleh minimnya pemahaman literasi.
“Di Komisi VI, kami bermitra erat dengan Kementerian BUMN. Tugas konstitusional saya tidak hanya mengawasi kinerja korporasi negara, tetapi juga memastikan program-program pro-rakyat dari BUMN seperti Bank Mandiri ini benar-benar ‘mendarat’ di masyarakat. Saya ingin warga Garut tidak hanya menjadi penonton di era digital, tetapi menjadi pelaku aktif yang memiliki kemandirian ekonomi tangguh,” tegas Teh Imas yang disambut tepuk tangan peserta.
Teh Imas menjabarkan bahwa tema “Go Digital, Go Financial” bukan sekadar slogan. “Go Digital” berarti masyarakat mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar usaha, sementara “Go Financial” berarti masyarakat paham cara mengakses permodalan yang aman (seperti KUR) dan instrumen tabungan, sehingga terhindar dari jeratan rentenir atau pinjaman online (pinjol) ilegal.
Acara yang dipandu secara interaktif oleh moderator Anang Asyari ini tidak hanya membahas peluang, tetapi juga mitigasi risiko. Mengingat maraknya kejahatan perbankan di dunia maya, panitia menghadirkan narasumber ahli di bidang siber untuk memberikan wawasan teknis.
Pakar siber tersebut mengupas tuntas modus-modus kejahatan digital terkini, seperti social engineering dan phising. Peserta diberikan tips praktis tentang pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi (OTP, PIN, Password) saat menggunakan layanan mobile banking atau dompet digital. Hal ini dinilai krusial agar kemudahan transaksi tidak berujung pada kerugian finansial keluarga.
“Masyarakat harus cerdas. Kita ingin mencetak warga yang tidak hanya bankable (layak akses bank), tetapi juga digitally savvy (cakap digital). Keamanan aset digital adalah bagian vital dari kesejahteraan keluarga di masa kini,” tambah narasumber dalam sesi diskusi.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, di mana banyak peserta berkonsultasi mengenai cara mengembangkan usaha rumahan dengan dukungan perbankan digital. Yayasan Ubudiah Ma’soem (YUMA) mengapresiasi antusiasme warga Garut yang tinggi terhadap isu ekonomi ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta multiplier effect (efek berganda) di mana para peserta dapat menularkan ilmu literasi keuangan ini kepada lingkungan sekitarnya. Sinergi antara Teh Imas Aan Ubudiah, Bank Mandiri, dan elemen masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, aman, dan sejahtera di Kabupaten Garut. (Red/**)





