Faktagarut.id | GARUT — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Garut memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, dengan menggelar aksi lingkungan bertema Merawat Pertiwi di Hutan Kota Copong, Jumat (23 Januari 2026).
Kegiatan tersebut dikonsep sebagai gerakan simbolik merawat alam melalui penanaman pohon-pohon endemik lokal Garut serta penebaran bibit ikan di danau dan kolam kawasan hutan kota.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, Ilham Faturohman S.M, mengatakan bahwa peringatan ulang tahun Megawati tahun ini tidak dirayakan secara seremonial, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang bernilai ekologis dan ekonomis.
“Hari ini kita memperingati ulang tahun ke-79 Ibu Ketua Umum Ibu Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri di Hutan Kota Cokroaminoto. Konsepnya, pertama, kita menanam pohon-pohon endemik lokal Garut seperti jeruk, alpukat, kayu kiang, dan kopi robusta. Selain bernilai ekologis, tanaman ini juga punya nilai ekonomis bagi masyarakat,” ujar Ilham
Selain penanaman pohon, DPC PDI Perjuangan Garut juga melakukan penebaran bibit ikan sebagai simbol memberi kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem air.
“Kedua, kita menebar bibit ikan ke danau dan kolam. Ini sebagai simbol memberi kehidupan. Ulang tahun Ibu Mega kita konsepkan bagaimana politik itu menjaga kehidupan, membangun peradaban dengan tetap menanam pohon, menjaga Ibu Pertiwi, serta menjaga keseimbangan antara alam dan manusia,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut digelar supengan atau syukuran bersama masyarakat sekitar dan para kader, serta doa bersama agar Megawati Soekarnoputri senantiasa diberikan kesehatan, panjang usia, dan terus menjadi teladan bagi seluruh anak bangsa.
“Tadi kita juga menggelar supengan syukuran dan memanjatkan doa agar Ibu Megawati senantiasa diberikan kesehatan, panjang usia, dan selalu menjadi teladan bagi seluruh anak bangsa,” kata Ilham
Ia menegaskan, aksi Merawat Pertiwi ini juga merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta refleksi atas pengalaman banjir besar yang pernah melanda Garut pada 2017 akibat alih fungsi lahan di kawasan dataran tinggi.
“Ini simbol di tengah bencana alam. Kita turut berduka terhadap saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Garut sendiri pernah mengalami banjir tahun 2017. Isunya adalah banyaknya alih fungsi lahan di dataran tinggi.
Maka simbol ini kita harapkan mendorong masyarakat Garut agar terus konsisten terhadap isu perlindungan lingkungan hidup dan penjagaan kawasan hutan sebagai penyangga air,” tegasnya.
Ilham juga menyebutkan bahwa penanaman pohon hari ini bersifat simbolik, dengan jumlah 79 pohon sesuai usia Megawati Soekarnoputri. Ke depan, DPC PDI Perjuangan Garut menargetkan penanaman sekitar 15.000 pohon di kawasan dataran tinggi Garut.
“Pohon yang kita tanam hari ini simbolisnya 79 pohon, sesuai usia Ibu Ketua Umum. Bulan depan kita rencanakan penanaman hampir 15.000 pohon di kawasan dataran tinggi Garut. Ini bagian dari gerakan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, H. Dedi Hasan, menegaskan bahwa pesan Megawati Soekarnoputri pada peringatan ulang tahun ini sangat jelas, yakni merawat Ibu Pertiwi jauh lebih penting daripada hiruk-pikuk politik kekuasaan.
“Dalam hari ulang tahun Ibu Ketua Umum, beliau memberikan pesan yang sangat mendalam. Daripada hiruk pikuk berbicara soal kekuasaan, yang paling penting adalah merawat Ibu Pertiwi. Merawat lingkungan, merawat hutan, danau, air, dan menanam pohon untuk keberlangsungan generasi muda ke depan,” ujar Dedi Hasan.
Menurutnya, gerakan Merawat Pertiwi memiliki makna strategis bagi masa depan bangsa dan negara.
“Pesan Ibu Mega sangat jelas. Merawat Ibu Pertiwi jauh lebih bermakna, jauh lebih penting, dan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, bangsa, serta kemaslahatan Indonesia. Ini adalah investasi moral dan ekologis bagi generasi muda kita,” katanya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar, para aktivis lingkungan, pegiat perhutanan sosial, komunitas LPPLU, serta berbagai elemen komunitas sebagai mitra strategis dalam gerakan pelestarian lingkungan.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut berharap, aksi Merawat Pertiwi ini tidak berhenti sebagai simbol peringatan HUT Megawati semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, melindungi kawasan hutan, dan memperkuat keseimbangan ekologi demi keselamatan rakyat dan masa depan generasi Garut. (Indra R)





